LAHAT, viralsumsel.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa Balai Latihan Kerja (BLK) tidak boleh hanya berfokus pada pelatihan dan penerbitan sertifikat kompetensi semata.
Ia meminta agar setiap peserta pelatihan benar-benar “diantar” hingga memperoleh akses nyata ke dunia kerja melalui penguatan sistem penempatan kerja dan kolaborasi dengan dunia usaha serta industri.
Penegasan tersebut disampaikan Yassierli saat membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di BLK Lahat, Kabupaten Lahat, Senin (9/2/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa kebutuhan utama masyarakat saat ini bukan sekadar pelatihan, melainkan peluang kerja konkret setelah pelatihan selesai.
Menurutnya, BLK harus mengambil peran yang lebih luas dan strategis. Tidak hanya menjadi tempat belajar keterampilan teknis, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan lulusan dengan pasar kerja.
“BLK harus kita maksimalkan fungsinya, bukan hanya sebagai pusat pelatihan vokasi, tetapi juga sebagai pusat inovasi, pusat kewirausahaan, dan pusat pengembangan produktivitas. Jika empat fungsi ini berjalan optimal, maka BLK sudah berada di jalur yang tepat,” ujar Yassierli.
70 Persen Lulusan BLK Kemnaker Terserap Kerja
Menaker mengungkapkan bahwa model integrasi pelatihan dan penempatan kerja telah diterapkan di BLK milik Kementerian Ketenagakerjaan. Hasilnya, tingkat penempatan lulusan mencapai sekitar 70 persen.
Capaian tersebut didorong oleh penguatan jejaring antara BLK dengan industri, sehingga kurikulum dan materi pelatihan selaras dengan kebutuhan pasar kerja. Selain itu, fungsi pengantar kerja di Dinas Ketenagakerjaan juga dioptimalkan untuk memastikan lulusan tidak berjalan sendiri setelah menyelesaikan pelatihan.
Ia menekankan bahwa Disnaker di daerah harus aktif menjalankan fungsi pengantar kerja, mendampingi, serta memfasilitasi lulusan hingga benar-benar terserap di dunia usaha.
“Sekitar 70 persen peserta yang kami latih difasilitasi sampai ke tempat kerja. Karena itu, fungsi pengantar kerja di Dinas harus berjalan optimal. BLK juga wajib membangun jaringan yang kuat dengan industri,” tegasnya.
BLK Lahat Dapat Tujuh Paket Pelatihan APBN
Dalam kegiatan tersebut, Yassierli juga menjelaskan bahwa Pelatihan Berbasis Kompetensi di BLK Lahat didukung dana hibah APBN dengan tujuh paket pelatihan. Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat kapasitas dan kualitas pelatihan.
Ke depan, program pelatihan ini direncanakan berlanjut dalam beberapa gelombang atau batch berikutnya. Pemerintah berharap lahir sumber daya manusia (SDM) unggul dari Kabupaten Lahat yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Ke depan kita lanjutkan ke batch kedua, ketiga, dan seterusnya. Harapannya, SDM Kabupaten Lahat bisa tumbuh menjadi SDM unggul dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional penguatan vokasi dan peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia, agar pelatihan benar-benar berdampak pada penurunan pengangguran dan peningkatan produktivitas ekonomi daerah. (ton)






