KAYU AGUNG, viralsusmsel.com – Kader senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), Abdiyanto Fikri, secara resmi menyatakan pengunduran dirinya dari keanggotaan partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Pernyataan mundur itu ditandai dengan penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) serta surat pengunduran diri kepada Sekretariat DPC PDIP Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Senin (26/1/2026).
Abdiyanto yang dikenal sebagai mantan Ketua DPC PDIP OKI itu datang langsung ke sekretariat partai di Kayu Agung untuk menyampaikan sikap politiknya.
Ia menegaskan, keputusan tersebut diambil secara sadar sebagai pilihan pribadi yang juga telah dibicarakan bersama keluarga.
Dalam keterangannya kepada awak media, Abdiyanto meminta agar pengunduran dirinya tidak ditafsirkan secara negatif. Menurutnya, langkah tersebut murni merupakan bentuk sikap politik yang diambil secara dewasa dan penuh pertimbangan.
“Saya secara resmi telah menyerahkan surat pengunduran diri sebagai anggota PDI Perjuangan. Saya berharap keputusan ini tidak dimaknai secara keliru, karena ini merupakan sikap politik pribadi yang saya ambil dengan penuh pertimbangan,” ujarnya.
Lebih jauh, Abdiyanto mengungkapkan bahwa dinamika internal partai di tingkat daerah turut menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi keputusannya. Ia menyebut, kepengurusan PDIP OKI telah ditetapkan dan dirinya diminta untuk tidak lagi aktif dalam struktur kepartaian.
“Kepengurusan sudah ditetapkan dan saya diminta untuk beristirahat. Saya menghormati keputusan tersebut dan memilih untuk bersikap secara terbuka,” ungkapnya.
Sebagai politisi yang telah lama berkiprah, Abdiyanto menilai dirinya memiliki tanggung jawab moral terhadap masyarakat. Sejak pertama kali terpilih sebagai anggota DPRD OKI pada tahun 2004, ia mengaku mendapatkan banyak dukungan dari berbagai lapisan masyarakat, baik dalam kontestasi pemilu maupun aktivitas politik lainnya.
“Dukungan masyarakat sejak 2004 tentu tidak bisa saya lupakan. Itu menjadi tanggung jawab moral bagi saya untuk tetap memberikan kontribusi dan pengabdian,” katanya.
Ia menambahkan, ketika ruang pengabdian melalui jalur partai sudah tidak lagi tersedia, maka diperlukan alternatif lain agar tanggung jawab tersebut tetap dapat dijalankan.
Abdiyanto yang juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRD OKI periode 2019–2024 itu menepis anggapan bahwa pengunduran dirinya merupakan bentuk pengkhianatan terhadap partai. Justru sebaliknya, ia menilai langkah tersebut sebagai upaya menjaga marwah dan nama baik PDI Perjuangan.
“Saya masih akan banyak berinteraksi dengan masyarakat ke depan. Saya tidak ingin aktivitas saya justru menimbulkan persepsi negatif yang dapat berdampak buruk bagi PDI Perjuangan,” tegasnya.
Sementara itu, petugas Sekretariat DPC PDI Perjuangan OKI, Septi Darmawan, membenarkan pihaknya telah menerima surat pengunduran diri dari Abdiyanto Fikri dan akan memprosesnya sesuai mekanisme partai.
“Surat pengunduran diri sudah kami terima dan akan diteruskan kepada pengurus DPC untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku,” katanya. (bbs)






