Herman Deru Ajak Perkuat Silaturahmi Ulama, Umara, dan Umat pada Harlah ke-14 JATMAN OKI

OKI, viralsumsel.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mempererat hubungan antara ulama, umara, dan umat sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah, serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Ajakan tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri Pengajian Akbar dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-14 Idaroh Syubiyah Jemaah Ahli Thoriqoh Al Muktabarah An Nahdliyah (JATMAN) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sekaligus Haul Akbar Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Syekh Bahauddin An-Naqsabandi, serta para masyayih se-Kabupaten OKI di Lapangan Sport Center Tugumulyo, Kabupaten OKI, Minggu (26/7/2026).

Ribuan jemaah memadati lokasi kegiatan yang juga dihadiri Bupati OKI H. Muchendi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pengurus JATMAN dari berbagai wilayah di Kabupaten OKI.

Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti pengajian akbar dan haul memiliki makna yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, momentum tersebut menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempererat hubungan antarmasyarakat, sekaligus membangun sinergi yang kokoh antara pemerintah, ulama, dan umat.

“Saya pikir pertemuan ini tentu harus kita lanjutkan ke depan, mungkin dengan tema yang berbeda dan tempat yang berbeda. Namun hasrat kita untuk membangun silaturahmi antara ulama, umara, dan umat harus terus terjaga,” ujar Herman Deru.

Baca Juga :  PKK, DWP Disdikbud dan Kartini Mandiri Banyuasin Santuni Yatim Piatu di Banyuasin III

Apresiasi Peran Besar JATMAN di Sumatera Selatan

Pada kesempatan itu, Herman Deru juga memberikan apresiasi kepada keluarga besar JATMAN yang dinilai konsisten menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus memperkuat persatuan di tengah masyarakat.

Menurutnya, JATMAN Kabupaten OKI bersama JATMAN Kabupaten OKU Timur merupakan organisasi dengan jumlah jemaah yang sangat besar di Sumatera Selatan. Kondisi tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan sekaligus tingginya kepercayaan masyarakat terhadap organisasi tersebut.

Ia berharap eksistensi JATMAN terus dipertahankan sebagai wadah pembinaan umat yang mampu menanamkan nilai-nilai keislaman, toleransi, dan persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Kepemimpinan Boleh Berganti, Persaudaraan Harus Tetap Terjaga

Herman Deru menegaskan pergantian kepemimpinan, baik di tingkat nasional maupun daerah, merupakan hal yang lumrah dalam sistem pemerintahan. Namun, perubahan tersebut tidak boleh mengurangi semangat kebersamaan yang telah terjalin selama ini.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga silaturahmi, melestarikan ajaran para masyayih, serta mengamalkan nilai-nilai hablum minallah dan hablum minannas sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, keharmonisan hubungan antara manusia dengan Allah SWT dan hubungan antarsesama menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang damai, rukun, dan saling menghargai.

Baca Juga :  Mawardi Yahya Ingatkan Masyarakat Berikan Data Benar dan Jujur!

Herman Deru dan Bupati Muchendi Serahkan Bantuan Rp35 Juta

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut, Herman Deru menyerahkan bantuan sebesar Rp25 juta kepada panitia penyelenggara.

Bantuan tersebut kemudian ditambah oleh Bupati OKI H. Muchendi sebesar Rp10 juta, sehingga total bantuan yang diterima panitia mencapai Rp35 juta.

Herman Deru berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelaksanaan kegiatan maupun penguatan organisasi.

“Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat. Jika kebutuhan kegiatan sudah terpenuhi, sisanya bisa dimanfaatkan untuk kas organisasi agar kegiatan keagamaan dapat terus berjalan,” katanya.

Kekompakan Jadi Modal Menjaga Persatuan

Menutup sambutannya, Herman Deru menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh jemaah yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa kecintaan kepada para ulama, penghormatan terhadap para masyayih, serta semangat menjaga persatuan umat masih terpelihara dengan baik di Sumatera Selatan.

Menurutnya, nilai-nilai kebersamaan seperti inilah yang harus terus dirawat sebagai modal sosial dalam membangun daerah sekaligus menjaga kondusivitas masyarakat di tengah berbagai dinamika kehidupan. (win/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *