JAKARTA, viralsumsel.com — Garudayaksa FC terus menggeber persiapan menghadapi kompetisi Super League 2026/27. Tim yang tengah mempersiapkan diri untuk persaingan musim baru tersebut akan menjalani pemusatan latihan atau Training Camp (TC) secara intensif di Solo, Jawa Tengah.
Pemusatan latihan tersebut menjadi bagian penting dari agenda pramusim Garudayaksa FC. Pelatih kepala Milos Joksic ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun kekompakan tim, memperkuat pemahaman taktik, sekaligus mematangkan strategi yang akan digunakan saat kompetisi resmi bergulir.
Garudayaksa FC juga dipastikan akan membawa skuad lengkap dalam TC di Solo. Kondisi tersebut membuat tim pelatih memiliki ruang yang lebih luas untuk melakukan evaluasi terhadap kemampuan setiap pemain.
Menurut Milos Joksic, persiapan tidak hanya difokuskan pada aspek fisik. Tim pelatih juga memberikan perhatian terhadap detail permainan, termasuk organisasi taktik, kombinasi antarpemain, serta situasi bola mati atau set pieces.
“Sekarang kami bekerja keras dalam berbagai aspek, mulai dari taktik hingga kombinasi dalam situasi set pieces. Kami akan memiliki skuad lengkap selama Training Camp pramusim. Ini menjadi waktu penting untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan tim demi mencapai target dan kesuksesan pada musim ini,” ujar Joksic.
Selama berada di Solo, pemain Garudayaksa FC akan menjalani program latihan dengan intensitas tinggi. Pelatih asal Serbia tersebut memastikan anak asuhnya mendapatkan menu latihan sebanyak dua kali dalam sehari.
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kondisi fisik sekaligus membangun kohesi antarpemain. Dengan semakin sering berlatih bersama, para pemain diharapkan mampu memahami karakter permainan rekan setim dan menjalankan instruksi pelatih secara lebih cepat di lapangan.
Namun, agenda Garudayaksa FC di Solo tidak hanya berisi latihan. Tim juga telah menyiapkan empat pertandingan uji coba selama pemusatan latihan berlangsung.
Uji coba tersebut menjadi kesempatan bagi Joksic untuk mengukur perkembangan tim dalam situasi pertandingan. Selain melihat kemampuan individu, pertandingan persahabatan juga akan digunakan untuk mengevaluasi penerapan strategi dan skema permainan yang telah diberikan dalam sesi latihan.
“Selama TC kami akan berlatih dua kali setiap hari. Kami juga akan memainkan empat pertandingan uji coba di Solo. Saya berharap dari proses tersebut kami bisa menentukan 11 pemain terbaik untuk tampil di liga,” kata Joksic.
Meski demikian, Joksic menegaskan bahwa perhatian tim pelatih tidak hanya tertuju kepada pemain yang nantinya masuk dalam starting eleven.
Menurutnya, kompetisi panjang membutuhkan skuad yang memiliki kedalaman. Pemain yang berada di bangku cadangan harus memiliki kesiapan yang sama karena sewaktu-waktu dapat dipercaya untuk tampil akibat cedera, akumulasi kartu, maupun kebutuhan taktik.
“Kami juga harus mempersiapkan pemain pengganti agar selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan dan kebutuhan tim sepanjang musim,” tambahnya.
Hal tersebut menunjukkan bahwa Garudayaksa FC tidak ingin hanya mengandalkan 11 pemain utama. Pelatih ingin membangun komposisi skuad yang kompetitif di setiap posisi sehingga persaingan internal dapat berjalan sehat dan seluruh pemain memiliki motivasi untuk memberikan kemampuan terbaik.
Pemusatan latihan di Solo pun diharapkan menjadi salah satu tahap penting dalam proses pembentukan karakter Garudayaksa FC sebelum memasuki kompetisi Super League 2026/27.
Dengan skuad lengkap, program latihan dua kali sehari, serta empat pertandingan uji coba, tim pelatih memiliki waktu yang cukup untuk menemukan formula terbaik.
Garudayaksa FC kini terus berupaya memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi fisik dan mental yang siap. Joksic berharap proses pramusim tersebut mampu menghasilkan tim yang solid, memiliki pemahaman taktik yang kuat, serta siap menghadapi persaingan ketat di kompetisi musim 2026/27. (bbs/ion)






