PALEMBANG, Viralsumsel.com – Bakat sepak bola tampaknya mengalir dalam darah Lenglolo Khean, atau yang akrab disapa Ken.
Pemain muda yang kini memperkuat Sekolah Sepak Bola Palembang Soccer Skills (SSB PSS) U-12 itu merupakan putra sulung mendiang Georges Christian Lenglolo, mantan penyerang Sriwijaya FC yang turut mengantarkan Laskar Wong Kito meraih prestasi bersejarah pada musim 2007/2008.
Ken yang lahir pada 2014 kini tengah meniti perjalanan sebagai pesepak bola muda. Mengenakan jersey bernomor punggung 9 bersama tim berjuluk Laskar Menyala, siswa kelas VI SD IT Fathona tersebut mulai menunjukkan potensi sebagai pemain yang patut diperhatikan.
Saat mengikuti sesi latihan di Lapangan Auri, Kamis (15/10/2026) sore, Ken terlihat bersemangat menjalani berbagai materi latihan. Ia juga memamerkan keterampilannya melakukan juggling, menjaga bola tetap berada di udara menggunakan kaki dan bagian tubuh lainnya.
Bagi Ken, bisa bergabung dengan SSB PSS menjadi pengalaman yang menyenangkan. Ia mengaku senang dapat berlatih bersama rekan-rekan setim sekaligus mengembangkan kemampuan sepak bolanya.
Di lapangan, Ken dikenal aktif bergerak di lini depan. Ia berusaha mencari ruang, membuka peluang, dan memanfaatkan kesempatan untuk mencetak gol. Karakter tersebut membuatnya dipercaya mengisi posisi penyerang di tim U-12 PSS.
Meski memiliki ayah yang pernah berkarier di sepak bola profesional, perjalanan Ken tentu masih panjang. Kemampuan teknik, pemahaman permainan, kedisiplinan, dan mental bertanding akan terus menjadi bagian penting dalam proses perkembangannya.
Bersiap Hadapi Liga Anak Indonesia
Bersama PSS, Ken kini mempersiapkan diri menghadapi Liga Anak Indonesia yang dijadwalkan berlangsung mulai 20 November mendatang.
Turnamen tersebut menjadi salah satu kesempatan bagi Ken dan rekan-rekannya untuk menguji kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta meningkatkan kerja sama tim.
Selain Liga Anak Indonesia, Ken juga dipersiapkan untuk menghadapi Liga Arena Palembang U-12 tahun ini. Ia turut memiliki target jangka panjang untuk mengikuti Piala Soeratin U-13 pada 2027.
Rangkaian kompetisi itu menjadi bagian dari proses pembinaan yang diharapkan dapat membantu Ken berkembang sebagai pemain muda. Dengan latihan rutin dan kesempatan bertanding, ia memiliki ruang untuk terus mengasah kemampuan serta memahami tuntutan permainan sepak bola kompetitif.
Bagi pemain seusianya, proses pembinaan tidak hanya berfokus pada hasil pertandingan. Konsistensi latihan, sportivitas, keberanian mengambil keputusan, dan kemampuan bekerja sama juga menjadi bekal penting dalam perjalanan menuju level permainan yang lebih tinggi.
Mengenang Perjalanan Sang Ayah, Georges Christian Lenglolo
Nama Lenglolo tentu tidak asing bagi penggemar sepak bola Indonesia, khususnya pendukung Sriwijaya FC. Georges Christian Lenglolo merupakan penyerang asal Kamerun yang pernah memperkuat sejumlah klub di Indonesia.
Lahir di Douala, Kamerun, pada 28 Juli 1982, Lenglolo memiliki postur sekitar 1,83 meter dan berposisi sebagai penyerang. Sebelum berkarier di Indonesia, ia pernah memperkuat klub Jasper United dan Union Douala di negara asalnya.
Perjalanannya di sepak bola Indonesia dimulai dengan memperkuat Persipura Jayapura pada 2005. Pada musim tersebut, Persipura berhasil menjuarai Liga Indonesia. Lenglolo kemudian melanjutkan karier bersama Persikota Tangerang sebelum bergabung dengan Sriwijaya FC pada 2007.
Bersama Sriwijaya FC, Lenglolo menjadi bagian dari skuad yang mencatat sejarah pada musim 2007/2008. Klub asal Sumatera Selatan tersebut meraih gelar Liga Indonesia 2007–2008 setelah sebelumnya menjuarai Copa Indonesia 2007.
Pencapaian itu dikenal sebagai double winner, yakni keberhasilan meraih dua gelar dalam satu periode kompetisi. Keberadaan Lenglolo dalam skuad tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Sriwijaya FC ketika berada di puncak sepak bola nasional.
Berdasarkan catatan karier yang tersedia, Lenglolo tampil dalam 28 pertandingan bersama Sriwijaya dan mencetak tujuh gol. Setelah meninggalkan klub tersebut, ia melanjutkan perjalanan sepak bolanya bersama Persema Malang, PSBI Blitar, PSIR Rembang, dan Persijap Jepara.
Ia juga pernah memperkuat tim nasional Kamerun U-20 pada periode 2001–2002.
Warisan Sepak Bola untuk Generasi Berikutnya
Dalam perjalanan hidupnya, Lenglolo memeluk agama Islam pada 28 Desember 2008. Tidak lama kemudian, ia menikah dengan Febby Agnes Miranda, perempuan asal Palembang.
Lenglolo meninggal dunia pada 4 September 2021 di Bogor, Indonesia, dalam usia 39 tahun.
Kini, nama Lenglolo kembali menjadi perhatian melalui perjalanan sepak bola putranya, Ken. Namun, Ken memiliki jalannya sendiri untuk berkembang dan membangun prestasi di lapangan.
Sebagai pemain muda SSB PSS U-12, ia masih harus melalui banyak tahap pembinaan sebelum dapat menapaki jenjang sepak bola yang lebih tinggi.
Kompetisi yang akan diikuti bersama PSS menjadi kesempatan untuk terus belajar dan memperkuat kemampuannya.
Bagi pencinta sepak bola Sumatera Selatan, perjalanan Ken juga menghadirkan kisah menarik tentang hubungan antargenerasi dalam olahraga.
Sang ayah pernah menjadi bagian dari sejarah kejayaan Sriwijaya FC, sementara sang putra kini mulai merintis langkahnya dari lapangan latihan sepak bola usia dini.
Akankah Ken mampu mengikuti jejak sang ayah dan kelak menorehkan prestasinya sendiri di dunia sepak bola?
Perjalanan itu masih panjang, tetapi semangat berlatih dan kesempatan berkembang akan menjadi bagian penting dalam menentukan langkah berikutnya. (bbs/ion)





