Kabut Asap Palembang Kian Pekat, Herman Deru Optimalkan Operasi Modifikasi Cuaca

PALEMBANG, VIRALSUMSEL.COM – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru meninjau langsung penanganan kabut asap di Baseops Pangkalan Udara (Lanud) Palembang, Kamis (22/10/2026) pagi. Peninjauan dilakukan setelah kabut asap kembali menebal dan mengganggu aktivitas masyarakat di Kota Palembang.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama satuan tugas (Satgas) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus mengoptimalkan upaya penanganan melalui operasi darat, udara, serta modifikasi cuaca. Namun, pelaksanaan penerbangan untuk mendukung penyemaian bahan modifikasi cuaca masih menghadapi kendala jarak pandang yang terbatas.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disampaikan dalam keterangan tersebut, kelembapan udara di Palembang mencapai sekitar 87 persen. Kondisi ini, ditambah keberadaan asap sisa karhutla, menyebabkan jarak pandang menurun hingga di bawah 1.000 meter.

Dalam peninjauan itu, Herman Deru didampingi Komandan Korem (Danrem) 044/Garuda Dempo (Gapo), Brigjen TNI Khabib Mahfud. Keduanya memantau kondisi cuaca dan arah angin yang memengaruhi penyebaran serta penumpukan asap di wilayah Palembang.

“Pagi ini agak khusus. Saya bersama Pak Danrem hadir di Baseops Lanud untuk menyikapi kondisi kabut yang pagi ini meningkat sangat signifikan. Padahal, setelah tiga hari sebelumnya, kita merasakan asap mulai terurai dan visibility meningkat tajam,” ujar Herman Deru.

Modifikasi Cuaca Terkendala Jarak Pandang

Herman Deru menegaskan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu agar kabut asap tidak semakin mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah menindaklanjuti arahan pemerintah pusat melalui koordinasi dengan BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Kementerian Kehutanan. Upaya yang dilakukan mencakup penyemaian dry ice dalam operasi modifikasi cuaca serta penanganan titik kebakaran melalui jalur darat dan udara.

Baca Juga :  Prabowo Minta TNI Siapkan Tim Khusus Jangkau Titik Karhutla Sulit di Sumsel

Meski demikian, penerbangan untuk mendukung penyemaian tersebut harus memperhatikan ketentuan keselamatan. Jarak pandang yang terbatas menjadi kendala bagi pilot untuk melaksanakan operasi udara.

“Kita tidak ingin kabut ini menghambat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Atas instruksi Presiden melalui BMKG, BNPB, dan Kementerian Kehutanan, Satgas di Pemprov melaksanakan penyemaian dry ice serta operasi darat dan udara. Mudah-mudahan asap ini segera terurai sehingga pilot bisa menerbangkan pesawatnya,” kata Herman Deru.

Pemerintah berharap kondisi atmosfer segera memungkinkan operasi udara dilakukan secara aman dan efektif. Sementara itu, upaya penanganan melalui jalur darat tetap menjadi bagian dari langkah terpadu untuk mengendalikan kebakaran.

Dua Unit Storage Berkapasitas 4,7 Ton Disiapkan

Selain menghadapi kendala cuaca, ketersediaan dan penyimpanan bahan pendukung operasi juga menjadi perhatian. Herman Deru menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah mengirimkan fasilitas penyimpanan berpendingin atau storage untuk mendukung pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.

“Kabar baiknya, sekarang sudah ada storage pendingin. Kalau kemarin penguapan tinggi sehingga bahan sempat menyusut, kini dengan adanya dua unit storage berkapasitas 4,7 ton yang dikirim dari pusat kemarin sore, kendala tersebut bisa diatasi,” jelasnya.

Fasilitas penyimpanan tersebut diharapkan membantu menjaga ketersediaan bahan yang akan digunakan dalam operasi penyemaian.

Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud mengatakan, persiapan armada udara telah dilakukan untuk mendukung pelaksanaan operasi. Menurutnya, sekitar 800 kilogram dry ice telah dimuat ke pesawat, sementara total persediaan yang disiapkan mencapai 4,7 ton.

Baca Juga :  Karhutla Palembang Capai 297 Titik, Ratu Dewa Perkuat Respons Cepat di Lokasi Rawan

“Sementara ini, yang sudah diangkut ke pesawat kurang lebih 800 kilogram dry ice. Secara keseluruhan, kita sudah menyiapkan 4,7 ton dry ice di storage yang siap ditebar,” tutur Khabib.

TNI dan Pemprov Sumsel Intensifkan Koordinasi

Khabib menjelaskan, jarak pandang yang terbatas masih menjadi kendala utama dalam pelaksanaan penyemaian. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh asap karhutla dan kelembapan udara yang tinggi sehingga kabut dan asap bercampur.

“Kendalanya memang visibility. Penyebabnya ada dua: pertama karena kabut asap karhutla, dan kedua karena kelembapan udara di Palembang yang cukup tinggi sehingga kabut dan asap menyatu. Hal ini membuat jarak pandang masih terbatas di bawah 1.000 meter,” ungkapnya.

Ia menambahkan, koordinasi antara jajaran TNI, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan instansi terkait dilakukan secara intensif setiap pagi. Koordinasi tersebut bertujuan memantau perkembangan cuaca sekaligus menentukan langkah penanganan karhutla yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Optimalisasi operasi modifikasi cuaca dan penanganan kebakaran diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kabut asap di Palembang dan wilayah Sumatera Selatan lainnya.

Di tengah kondisi tersebut, keselamatan penerbangan tetap menjadi pertimbangan utama. Pemerintah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan atmosfer agar operasi dapat dilaksanakan ketika kondisi memungkinkan, sembari melanjutkan upaya penanganan karhutla melalui berbagai jalur. (win/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *