VIRALSUMSEL.COM, Palembang – Kondisi Sriwijaya FC kian berada di titik mengkhawatirkan. Klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan tersebut kini tidak hanya menghadapi tekanan berat di atas lapangan, tetapi juga harus bergulat dengan persoalan finansial dan krisis pemain yang semakin akut.
Direktur Olahraga PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Anggoro Prajesta, mengungkapkan bahwa pihak manajemen telah melakukan pembahasan intensif bersama pelatih kepala Budi Sudarsono dan manajer tim yang baru, Eko Saputro. Diskusi tersebut difokuskan pada langkah-langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan Sriwijaya FC di tengah kondisi yang serba sulit.
Menurut Anggoro, krisis keuangan yang dialami klub berdampak langsung pada komposisi skuad. Sejumlah pemain inti memilih hengkang, sementara manajemen belum memiliki keleluasaan finansial untuk melakukan perekrutan secara maksimal.
“Untuk urusan pemain saat ini ditangani oleh manajer tim. Kami hanya bisa berharap masih ada pihak yang tergerak membantu Sriwijaya FC di situasi seperti sekarang. Kami sudah berdiskusi bersama pelatih dan manajer untuk membahas masa depan klub,” ujar Anggoro, Senin (12/1/2026).
Situasi tersebut semakin diperparah dengan catatan buruk Sriwijaya FC di Pegadaian Championship 2025/2026. Hingga memasuki pekan ke-15, Elang Andalas belum sekalipun mencatatkan kemenangan. Hasil ini membuat Sriwijaya FC terus terpuruk di papan bawah klasemen Grup Barat dan kian dekat dengan ancaman degradasi ke Liga Nusantara atau Liga 3.
Tak hanya soal hasil pertandingan, krisis pemain menjadi persoalan serius lainnya. Menjelang laga menghadapi FC Bekasi City, tim asuhan Budi Sudarsono dilaporkan hanya memiliki 15 pemain yang siap diturunkan. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya merupakan penjaga gawang, sementara hanya 12 pemain berposisi sebagai pemain lapangan.
Kondisi ini jelas sangat tidak ideal bagi sebuah tim profesional yang berlaga di kompetisi nasional. Minimnya pilihan pemain membuat rotasi sulit dilakukan dan berdampak langsung pada performa di lapangan. Tak heran jika Sriwijaya FC kerap menjadi sasaran empuk bagi lawan-lawan di Grup Barat.
Meski demikian, manajemen masih berupaya mencari jalan keluar. Penunjukan Eko Saputro sebagai manajer tim diharapkan dapat membuka peluang baru, baik dari sisi dukungan finansial maupun penguatan skuad. Namun, waktu yang semakin sempit membuat tantangan tersebut terasa semakin berat.
Kini, publik sepak bola Sumatera Selatan hanya bisa berharap ada keajaiban yang mampu menyelamatkan Sriwijaya FC dari keterpurukan. Lebih dari sekadar hasil pertandingan, perjuangan Elang Andalas saat ini adalah tentang mempertahankan eksistensi dan martabat klub legendaris yang pernah berjaya di kancah nasional. (bbs)








