Banjir Sumatera Dinilai Layak Masuk Darurat Bencana Nasional, Begini Respons Prabowo

Foto tangkapan layar

viralsumsel.com, JAKARTA – Gelombang desakan dari publik hingga sejumlah pengamat kebencanaan mulai menguat setelah banjir bandang dan longsor di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat menelan korban ratusan jiwa. Mereke mendorong agar pemerintah menetapkan status darurat bencana nasional semakin nyaring terdengar. Bagaimana tanggapan Presiden RI Prabowo Subianto?

Ia menjelaskan pemerintah masih melakukan pemantauan ketat terhadap situasi terbaru sebelum mengambil keputusan final. Ia memastikan fokus utama saat ini adalah percepatan bantuan dan stabilisasi kondisi di wilayah terdampak.

Ya kita terus monitor, kita kirim bantuan terus. Nanti kita menilai kondisinya,” ujar Prabowo, Jumat (28/11).

BNPB melaporkan korban meninggal mencapai 164 orang, dengan Sumut menjadi episentrum bencana terbesar:

Baca Juga :  Diiringi Rangkaian Tebus Murah Sembako, RDPS Sekaligus Resmikan Posko Braders

Sumut: 116 meninggal, 42 hilang

Aceh: 25 meninggal, 25 hilang

Sumbar: 23 meninggal, 12 hilang

Skala kerusakan, sulitnya akses, dan banyaknya warga hilang membuat sebagian pihak menilai situasi ini memenuhi syarat sebagai bencana nasional.

Meski belum menetapkan status darurat nasional, pemerintah sudah menggelar operasi bantuan dalam skala besar. Tiga pesawat Hercules C-130 dan satu A-400 diterbangkan dari Lanud Halim Perdanakusuma sejak pagi untuk mengangkut logistik.

Dalam kargo bantuan itu terdapat:

150 tenda pengungsian

64 perahu karet untuk evakuasi

Puluhan genset dan alat kelistrikan darurat

100 alat komunikasi untuk mengatasi putusnya jaringan

Bantuan makanan siap saji

Tim medis gabungan TNI–Kemenkes

Seskab Teddy Indra Wijaya mengatakan pengiriman bantuan dilakukan berdasarkan laporan kebutuhan dari kepala daerah.

Baca Juga :  Prabowo Terjun ke Titik Bencana Tapteng: Fokus Buka Akses, Amankan BBM, dan Pulihkan Warga yang Terguncang

Melihat perkembangan korban dan kerusakan yang terus bertambah, banyak pihak mendesak pemerintah mempercepat evaluasi status bencana. Langkah itu dinilai akan membuka akses koordinasi dan pendanaan lebih besar untuk mempercepat pemulihan di tiga provinsi tersebut.

Sementara itu, Prabowo menegaskan pemerintah akan terus mengawal kondisi lapangan dan tidak menutup kemungkinan menetapkan status darurat nasional bila situasi mengarah ke level krisis yang lebih besar. (mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *