PALEMBANG, VIRALSUMSEL.COM – Pemerintah Kota Palembang bersama Bank Indonesia terus memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Kota Pempek. Salah satu langkah strategis yang kini menjadi fokus adalah pengembangan Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) guna memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat maupun wisatawan yang berburu kuliner di Kota Palembang.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, saat menerima audiensi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Palembang, Rabu (3/6/2026).
Pertemuan tersebut sekaligus membahas persiapan pelaksanaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 7 Juni mendatang. Terpilihnya Palembang sebagai tuan rumah dinilai menjadi peluang besar untuk memperkuat posisi kota ini sebagai salah satu destinasi wisata kuliner dan ekonomi syariah di Indonesia.
Menurut Prima Salam, keberadaan Zona KHAS akan menjadi nilai tambah bagi sektor pariwisata dan kuliner Kota Palembang. Selain menghadirkan ragam makanan khas yang lezat, kawasan kuliner yang masuk dalam program ini juga diharapkan mampu memberikan jaminan keamanan pangan, kebersihan, serta kepastian kehalalan bagi konsumen.
“Wisatawan yang datang ke Palembang tentu ingin menikmati berbagai kuliner khas daerah. Dengan adanya Zona KHAS, masyarakat maupun wisatawan dapat merasa lebih tenang karena aspek halal, keamanan, dan kesehatan produk kuliner telah memenuhi standar yang ditetapkan,” ujarnya.
Prima menilai program tersebut juga menjadi peluang besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan kualitas usaha mereka. Melalui sertifikasi dan pembinaan yang berkelanjutan, pelaku usaha kuliner diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar, khususnya pada segmen wisata halal yang terus berkembang.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Palembang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan FESyar Regional Sumatera dan seluruh program turunannya, termasuk pengembangan kawasan kuliner halal yang menjadi salah satu agenda unggulan.
“Potensi pasar wisata ramah muslim sangat besar. Karena itu, ini menjadi kesempatan bagi UMKM kuliner Palembang untuk berkembang dan naik kelas sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menjelaskan bahwa Festival Ekonomi Syariah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya bersama dalam memperkuat sektor ekonomi dan keuangan syariah di daerah.
Menurut Bambang, kolaborasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Palembang sangat penting agar manfaat program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari penguatan sektor usaha syariah, peningkatan literasi keuangan, hingga penciptaan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif.
“Kami ingin memastikan seluruh rangkaian kegiatan FESyar memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha. Karena itu sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci utama keberhasilan program ini,” jelasnya.
FESyar Regional Sumatera tahun ini akan dipusatkan di Palembang Icon Mall dan Palembang Sport and Convention Center (PSCC). Kegiatan tersebut ditargetkan mampu menarik sekitar 30 ribu pengunjung dari berbagai daerah di Sumatera.
Selain menghadirkan pameran produk UMKM unggulan, festival ini juga akan diramaikan berbagai kegiatan edukatif dan keagamaan. Salah satu agenda yang paling dinantikan masyarakat adalah Tabligh Akbar yang menghadirkan pendakwah ternama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf serta penampilan penyanyi religi Opick.
Melalui penyelenggaraan FESyar dan pengembangan Zona KHAS, Palembang diharapkan tidak hanya dikenal sebagai kota dengan kuliner khas yang kaya cita rasa, tetapi juga sebagai destinasi wisata halal yang nyaman, aman, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (Lib)






