Best Player Tapi Runner-up, Ini Curahan Hati Gustavo Tocantins

SLEMAN, viralsumsel.com – Penyerang andalan PSS Sleman, Gustavo Tocantins, mengungkapkan perasaan campur aduk usai timnya harus puas sebagai runner-up Pegadaian Championship.

Pada partai final di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (9/5) malam, PSS Sleman harus mengakui keunggulan Garudayaksa FC lewat drama adu penalti setelah bermain imbang 2-2 selama waktu normal dan babak tambahan.

Meski gagal mengangkat trofi juara, Gustavo tetap menjadi salah satu sosok paling bersinar sepanjang musim. Pemain asal Brasil itu tampil konsisten sebagai motor serangan tim berjuluk Super Elang Jawa.

Jadi Pahlawan di Final

Pada laga puncak, Gustavo menunjukkan kualitasnya sebagai pemain kelas atas. Saat PSS tertinggal dua gol di babak pertama, ia bangkit dan mencetak dua gol penting di babak kedua untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Dua gol tersebut sempat membakar semangat ribuan suporter tuan rumah dan membawa laga berlanjut hingga adu penalti. Namun pada akhirnya, PSS harus menyerah di babak tos-tosan.

Baca Juga :  Tak Terkalahkan 5 Laga, Persela Bidik Kemenangan Penutup Musim

Walau gagal juara, performa impresif Gustavo mendapat pengakuan resmi dari operator kompetisi I.League dengan penghargaan Best Player Pegadaian Championship 2025/26.

“Saya bangga bisa menjadi bagian dari tim ini dan berusaha memberikan yang terbaik untuk PSS Sleman,” ujar Gustavo.

Statistik Luar Biasa Sepanjang Musim

Sepanjang musim 2025/26, Gustavo mencatat angka luar biasa dengan torehan 24 gol dan 10 assist. Ia bukan hanya menjadi mesin gol tim, tetapi juga pencipta peluang utama bagi rekan-rekannya.

Kontribusi tersebut menjadi faktor penting keberhasilan PSS Sleman kembali promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, yakni Super League musim depan.

Menurut Gustavo, pencapaian membawa PSS kembali ke level tertinggi menjadi hal paling membanggakan dari perjalanan musim ini.

Kecewa Gagal di Adu Penalti

Meski senang bisa mencetak dua gol di final, Gustavo tak menutupi rasa kecewanya setelah gagal menuntaskan tugas saat adu penalti.

Baca Juga :  Weliansyah Angkat Bicara Usai PSMS Kalah dari Garudayaksa FC

“Saya senang bisa membantu tim lewat dua gol di final. Tapi saya kecewa karena kami kalah lewat penalti. Dua gol itu terasa kurang berarti karena saya tidak bisa menjalankan tugas dengan baik di adu penalti,” katanya.

Pernyataan itu menunjukkan besarnya rasa tanggung jawab sang striker terhadap hasil akhir tim.

Bicara Masa Depan di PSS

Soal masa depannya bersama PSS Sleman, Gustavo mengaku belum bisa memberikan kepastian. Kontraknya disebut akan berakhir pada Mei 2026.

“Jujur saya belum tahu karena kontrak saya selesai bulan ini. Saya tentu ingin bertahan di sini, tetapi semuanya harus dibicarakan dengan klub,” ungkapnya.

Meski demikian, Gustavo yakin PSS Sleman akan tetap menjadi tim kuat di Super League, dengan atau tanpa dirinya. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *