Bukan Cuma Water Bombing, Prabowo Minta Tepung Singkong Dikembangkan Jadi Pemadam Karhutla

PALEMBANG, viralsumsel.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong pengembangan inovasi bahan pemadam kebakaran berbasis tepung ubi atau singkong sebagai alternatif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Gagasan tersebut mencuat saat Presiden Prabowo memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Sumatera Selatan, Senin. Dalam rapat tersebut, Prabowo meminta jajaran terkait mencari terobosan untuk meningkatkan efektivitas pemadaman, terutama ketika kebakaran terjadi di wilayah yang sulit dijangkau.

Awalnya, Presiden menanyakan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengenai kemungkinan penggunaan bahan tertentu yang dinilai lebih efektif dibandingkan air untuk memadamkan api.

“Apakah ada zat kimia yang lebih efektif untuk menutup api daripada air?” tanya Prabowo dalam rapat yang dipantau secara daring di Jakarta.

Pertanyaan tersebut kemudian dijawab Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia menyampaikan bahwa terdapat inovasi berupa bahan berbasis tepung yang sebelumnya telah ditemukan dan berpotensi digunakan untuk membantu mencegah sekaligus memadamkan api pada tahap awal.

Bahan tersebut menggunakan tepung berbahan dasar ubi atau singkong sebagai bahan utamanya.

Prabowo Minta Diteliti dan Diproduksi Massal

Presiden Prabowo menyambut positif informasi mengenai inovasi tersebut. Ia meminta agar bahan berbasis tepung itu tidak berhenti pada tahap penemuan, tetapi segera dilakukan penelitian dan pengujian untuk mengetahui tingkat efektivitasnya dalam penanganan kebakaran.

Baca Juga :  Prabowo Targetkan Aktivitas Warga di Sumatera Pascabencana Normal dalam 2–3 Bulan

Menurut Prabowo, apabila hasil pengujian menunjukkan bahan tersebut efektif meredam api, penggunaannya dapat dikembangkan dalam skala yang lebih besar.

“Intinya dia bisa meredam. Menarik sekali itu. Bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Coba diproduksi dalam skala besar,” ujar Prabowo.

Presiden juga meminta agar kebutuhan anggaran untuk penelitian dan pengembangan bahan tersebut segera diajukan. Langkah itu dinilai penting agar inovasi yang memiliki potensi membantu penanganan karhutla dapat segera diuji dan dikembangkan.

Prabowo bahkan melontarkan istilah “ubi bombing” sebagai gurauan untuk menggambarkan kemungkinan penggunaan bahan berbasis ubi tersebut dari udara. Istilah itu dianalogikan dengan metode water bombing, yakni pemadaman kebakaran menggunakan helikopter atau pesawat yang membawa air dalam jumlah besar.

Efektivitas Ubi Bombing Perlu Diuji

Meski tertarik dengan inovasi tersebut, Prabowo meminta efektivitas bahan pemadam berbasis tepung itu terlebih dahulu dibuktikan melalui penelitian dan pengujian.

Ia juga mendorong agar dikaji kemungkinan penggunaannya dalam jumlah besar menggunakan helikopter maupun pesawat untuk menjangkau kawasan karhutla yang sulit diakses melalui jalur darat.

Baca Juga :  Polda dan Kejati Sumsel Kompak Perkuat Penindakan Karhutla, 17 Tersangka Diproses

Pengujian menjadi bagian penting sebelum teknologi tersebut diterapkan secara luas. Pemerintah perlu memastikan bahan tersebut benar-benar mampu meredam api, aman digunakan, efektif dalam berbagai kondisi serta dapat diterapkan secara efisien di lapangan.

Presiden menilai pengembangan berbagai alternatif teknologi menjadi penting mengingat penanganan karhutla membutuhkan strategi yang cepat dan beragam.

Water Bombing Tetap Dikerahkan

Sementara itu, pemerintah hingga kini masih mengandalkan berbagai upaya pemadaman, termasuk pengerahan helikopter water bombing untuk menangani karhutla di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

Prabowo meminta seluruh jajaran terkait terus mengevaluasi kondisi di lapangan. Apabila kebutuhan penanganan masih belum mencukupi, pemerintah daerah diminta segera mengajukan tambahan dukungan.

Menurut Presiden, seluruh potensi dan sumber daya perlu dikerahkan untuk menghadapi karhutla yang dapat memberikan dampak luas terhadap masyarakat, lingkungan, kesehatan, maupun aktivitas ekonomi.

Dorongan terhadap pengembangan bahan pemadam berbasis tepung singkong tersebut menjadi salah satu bentuk upaya pemerintah mencari solusi alternatif dalam menghadapi karhutla.

Jika hasil penelitian dan pengujian membuktikan inovasi tersebut efektif, bahan berbasis ubi atau singkong berpotensi menjadi salah satu teknologi tambahan dalam strategi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. (bbs/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *