SEKAYU, viralsumsel.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Kali ini, dua titik kebakaran yang berada di wilayah Kecamatan Sekayu dengan total luas lahan sekitar 3 hektare berhasil ditangani dan dipadamkan oleh tim gabungan, Minggu (23/8/2026).
Penanganan dilakukan setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba menerima laporan adanya titik api di dua lokasi berbeda. Kedua lokasi tersebut berada di Jalan Sekayu–Bandar Jaya, Selarai, Kelurahan Balai Agung, tepatnya di sekitar Jembatan 5 Selarai, serta Jalan Kolonel H. Nazom Nurhawi, Kelurahan Serasan Jaya, arah GBL.
Kepala Pelaksana BPBD Muba Marko Susanto, SSTP, MSi, mengatakan personel langsung dikerahkan setelah menerima laporan. Langkah cepat tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas, terlebih lokasi kebakaran berada tidak jauh dari kawasan aktivitas masyarakat.
“Begitu laporan kami terima, personel langsung bergerak ke lokasi. Kami selalu siap merespons setiap laporan karhutla, apalagi jika titik api berada dekat permukiman warga,” kata Marko.
Pemadaman Berlangsung Hampir Lima Jam
Operasi pemadaman dan pendinginan berlangsung mulai sekitar pukul 10.35 WIB hingga 15.29 WIB. Dalam proses tersebut, BPBD Muba mengerahkan sejumlah peralatan untuk mempercepat penanganan. Di antaranya dua unit mobil dalkarhutla, satu unit mobil suplai, tiga mesin pompa Mini Strike serta 25 roll selang pemadaman.
Upaya pemadaman juga melibatkan berbagai unsur. Personel TNI dan Polri turut diterjunkan bersama Dinas Damkar dan Penyelamatan, perangkat Kecamatan Sekayu serta masyarakat sekitar.
Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla, khususnya untuk memastikan titik api dapat dikendalikan sebelum menjalar ke wilayah yang lebih luas.
Namun, petugas di lapangan menghadapi sejumlah kendala selama proses pemadaman. Salah satunya adalah keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran.
Jarak antara titik api dengan sumber air maupun kendaraan suplai juga cukup jauh. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan upaya ekstra dari petugas.
Selain itu, posisi lokasi kebakaran yang berdekatan dengan jaringan kabel listrik turut menjadi perhatian. Petugas harus meningkatkan kewaspadaan agar proses pemadaman tetap berlangsung aman.
Api Berhasil Dipadamkan dan Dilakukan Pendinginan
Setelah hampir lima jam melakukan pemadaman, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api di kedua lokasi.
Marko mengatakan proses pemadaman dan pendinginan dinyatakan selesai sekitar pukul 15.29 WIB. Kendati api telah berhasil dipadamkan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi.
Pengecekan kembali dilakukan untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala.
“Sekitar pukul 15.29 WIB, pemadaman dan pendinginan di dua lokasi selesai. Setelah itu dilakukan pengecekan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali,” jelas Marko.
Dari hasil penanganan, vegetasi yang terbakar berupa semak belukar dengan kondisi tanah mineral. Sementara itu, hingga proses pemadaman selesai, penyebab munculnya api masih belum diketahui.
Bupati Muba Ingatkan Pentingnya Pencegahan
Bupati Musi Banyuasin HM Toha Tohet, SH, mengapresiasi gerak cepat BPBD bersama seluruh unsur yang terlibat dalam menangani dua titik karhutla tersebut.
Menurutnya, kesiapsiagaan seluruh personel harus terus dipertahankan mengingat potensi karhutla masih menjadi perhatian, terutama ketika kondisi lingkungan mendukung terjadinya kebakaran.
Toha meminta seluruh jajaran terkait tidak lengah dan segera merespons setiap laporan masyarakat mengenai kemunculan titik api.
“BPBD dan seluruh tim harus selalu siap. Begitu ada laporan, segera bergerak agar api tidak meluas dan membahayakan masyarakat,” tegasnya.
Selain mengandalkan kesiapan pemerintah dan petugas di lapangan, Toha juga mengajak masyarakat mengambil peran aktif dalam mencegah terjadinya karhutla.
Masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, termasuk membakar sampah di kawasan yang memiliki potensi mudah terbakar.
Puntung rokok juga diminta tidak dibuang sembarangan, khususnya di area yang dipenuhi semak maupun vegetasi kering.
Menurut Toha, upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.
“Pencegahan bukan hanya tugas pemerintah. Masyarakat juga punya peran penting. Jangan sampai api kecil menjadi kebakaran besar,” ujarnya.
Dengan respons cepat tim gabungan serta kesadaran masyarakat dalam mencegah munculnya titik api, Pemkab Muba berharap kejadian karhutla dapat ditekan dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. (bbs/ion)






