Bukan Sekadar Pempek, Ini Makna Dukungan Singa Mania untuk Pemain Baru Sriwijaya FC

viralsumsel.com, PALEMBANG — Di tengah situasi sulit yang tengah dialami Sriwijaya FC, dukungan tulus dari suporter justru menjadi suntikan semangat yang tak ternilai. Sambutan luar biasa ditunjukkan kelompok suporter Singa Mania kepada para pemain anyar Elang Andalas dengan menggelar makan malam bersama di Pempek Koyek 7 Ulu, tepat di bawah ikon Kota Palembang, Jembatan Ampera, Rabu (21/1/2026) malam.

Kegiatan sederhana namun penuh makna itu menjadi simbol kuat bahwa Sriwijaya FC tak pernah berjalan sendiri. Para pemain baru Laskar Wong Kito dijamu langsung oleh perwakilan Singa Mania dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Bek kiri anyar Sriwijaya FC, Asep Suherman, mengaku sangat tersentuh dengan perhatian dan kepedulian suporter, terlebih di tengah kondisi klub yang sedang tidak ideal.

Baca Juga :  Piala Indonesia Dihidupkan Lagi, Sriwijaya FC Masih Rajanya

“Kami benar-benar merasa dihargai. Terima kasih kepada Bang Ilham, Bang Heru, dan seluruh teman-teman Singa Mania yang sudah menjamu kami. Sambutan seperti ini sangat berarti bagi kami sebagai pemain baru,” ujar Asep.

Usai menunaikan salat Isya, para pemain datang secara sederhana dengan mengendarai sepeda motor masing-masing. Mereka kemudian berkumpul bersama suporter menikmati pempek khas Palembang, ditemani obrolan santai dan canda tawa yang mencairkan suasana.

Asep menilai momen tersebut membuat dirinya dan pemain lain cepat merasa menyatu dengan atmosfer Sriwijaya FC.

“Kami senang karena suporter begitu respek. Harapannya silaturahmi ini bisa terus terjaga dan Singa Mania tetap setia mendukung kami di mana pun Sriwijaya FC bertanding,” lanjut pemain kelahiran Pesawaran, Lampung, 30 September 1998 tersebut.

Baca Juga :  Diam-diam Sriwijaya FC Ketemu Kas Hartadi, Deal?

Dalam kesempatan itu, hadir pula coach Tedi Berlian, serta sejumlah pemain anyar lainnya seperti Redi Rusmawan, Indra Mustafa, Riko Bahtiar, Derry Herlangga, Agni, Kandias, Pasha, dan Keyza Lauda S.

Kebersamaan di meja makan pempek tersebut menjadi lebih dari sekadar jamuan. Ia menjelma sebagai simbol harapan baru bagi Sriwijaya FC. Para pemain berkomitmen untuk bekerja keras dan memberikan yang terbaik di atas lapangan, sementara suporter menegaskan kesetiaan mereka untuk terus mengawal Elang Andalas dari tribun.

Di tengah krisis dan keterbatasan, Sriwijaya FC justru menemukan kekuatannya dari ikatan emosional antara tim dan suporter—sebuah energi yang lahir dari hati dan kecintaan terhadap lambang kebanggaan Sumatera Selatan. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *