VIRALSUMSEL.COM, PALEMBANG – Menjelang dimulainya pesta sepak bola terbesar di dunia, FIFA resmi memperkenalkan DNA sebagai lagu resmi atau anthem FIFA World Cup 2026.
Lagu ini menghadirkan kolaborasi lintas generasi dan lintas genre musik dunia dengan melibatkan tenor legendaris Andrea Bocelli, produser sekaligus DJ ternama David Guetta, rapper peraih tiga Grammy Awards Megan Thee Stallion, serta penyanyi dan penulis lagu pemenang berbagai penghargaan internasional, EJAE.
Peluncuran DNA menjadi salah satu momentum penting menuju penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen edisi ke-23 ini juga akan menjadi yang terbesar dalam sejarah dengan melibatkan 48 negara peserta dan digelar di 16 kota tuan rumah.
FIFA menyebut DNA bukan sekadar lagu pengiring turnamen, melainkan representasi emosional yang menggambarkan nilai-nilai universal sepak bola. Anthem ini hadir sebagai simbol persatuan, semangat kompetisi, mimpi, serta rasa memiliki yang menghubungkan jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Dalam keterangan resminya, FIFA menjelaskan bahwa DNA menggambarkan momen ketika sorak-sorai stadion berubah menjadi satu suara yang menyatukan semua orang. Lagu tersebut menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya olahraga, melainkan bagian dari identitas yang hidup di setiap pemain maupun pendukung.
Peluncuran global lagu ini juga akan diikuti dengan penampilan perdana DNA pada upacara pembukaan Piala Dunia 2026 di Mexico City. Andrea Bocelli dan EJAE dijadwalkan membawakan lagu tersebut secara langsung di hadapan ribuan penonton yang memadati stadion serta jutaan pemirsa di seluruh dunia.
Andrea Bocelli mengaku sangat terhormat mendapat kesempatan menjadi bagian dari anthem resmi turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Menurutnya, sepak bola telah menjadi bagian penting dalam kehidupannya sejak kecil. Karena itu, kesempatan menyanyikan lagu resmi Piala Dunia menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan penuh makna.
Ia juga mengungkapkan kebahagiaannya dapat kembali tampil di Mexico City, kota yang menurutnya selalu memberikan sambutan hangat setiap kali dirinya berkunjung.
Sementara itu, EJAE menyebut keterlibatannya dalam proyek ini memiliki arti khusus karena ia dapat memasukkan lirik berbahasa Korea sebagai bentuk representasi negaranya di panggung global.
EJAE mengenang suasana Piala Dunia 2002 di Korea Selatan sebagai salah satu momen paling berkesan dalam hidupnya. Ia masih mengingat bagaimana masyarakat bersatu dan merayakan sepak bola bersama tanpa memandang perbedaan.
Konsep utama DNA sendiri berangkat dari gagasan bahwa sepak bola telah menjadi bagian dari “DNA” setiap pencinta olahraga tersebut. Lirik lagu menekankan bahwa sepak bola lebih dari sekadar permainan, melainkan ikatan emosional yang menghubungkan generasi, budaya, dan negara.
Kehadiran David Guetta menghadirkan sentuhan modern dan universal dalam komposisi musik, sementara Megan Thee Stallion memberikan energi baru yang mewakili generasi masa kini. Di sisi lain, karakter vokal khas Andrea Bocelli menghadirkan nuansa megah dan berkelas yang merefleksikan sejarah panjang Piala Dunia.
Sebagai bagian dari album resmi FIFA World Cup 2026, DNA diharapkan menjadi soundtrack yang akan terus dikenang oleh para penggemar sepak bola selama berlangsungnya turnamen terbesar dan paling inklusif dalam sejarah sepak bola dunia. (fifa)













