OKU, viralsumsel.com – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, melakukan peninjauan langsung pemanfaatan limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) di PLTU Sumbagsel-1 berkapasitas 2×150 MW, Kamis (26/2/2026).
Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda monitoring operasional pembangkit listrik tenaga uap yang berlokasi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyaksikan secara langsung proses pengolahan FABA menjadi berbagai produk konstruksi seperti konblok, paving block, batako, hingga kanstin.
Produk-produk tersebut diproduksi oleh BUMDes Harapan Bunda yang merupakan binaan PT Sumbagselenergi Sakti Pewali, sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Herman Deru menjelaskan, abu sisa pembakaran batu bara yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), kini telah mengalami perubahan regulasi sehingga dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku bernilai ekonomis.
Menurutnya, perubahan status tersebut membuka peluang besar untuk mendorong inovasi pengelolaan limbah yang produktif sekaligus ramah lingkungan.
“Dulu abu PLTU ini termasuk kategori B3, sekarang sudah tidak lagi. Justru bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif masyarakat, seperti pembuatan konblok dan material bangunan lainnya,” ujarnya.
Ia menilai, pemanfaatan FABA sebagai bahan konstruksi merupakan langkah strategis karena mampu menekan penumpukan limbah sekaligus menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat sekitar pembangkit. Program ini dinilai selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang mengedepankan aspek lingkungan dan pemberdayaan sosial.
Tak hanya itu, Gubernur juga mengapresiasi komitmen perusahaan yang berperan aktif dalam menjaga keberlangsungan program tersebut. Salah satunya dengan membeli hasil produksi BUMDes sebagai bentuk dukungan nyata terhadap roda perekonomian desa.
“Yang menarik, hasil produksinya dibeli oleh perusahaan sendiri. Ini bentuk sinergi yang baik antara dunia usaha dan masyarakat. Model seperti ini patut dicontoh,” katanya.
Melihat dampak positif yang dihasilkan, Herman Deru menyatakan akan mendorong agar konsep pemanfaatan FABA ini direplikasi di seluruh PLTU yang beroperasi di Sumatera Selatan. Ia menegaskan akan menginstruksikan jajaran terkait untuk mengadopsi pola pemberdayaan serupa agar manfaat ekonomi dari keberadaan pembangkit dapat dirasakan lebih luas.
Program ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi lokal, membuka lapangan kerja baru, serta menjadi contoh pengelolaan limbah industri yang inovatif dan berkelanjutan di Sumsel. (bbs)







