Iklan Palembang Kota
Kajari OKI, Abdi Reza Fachlewi Junus MH bersama Bupati OKI Iskandar SE meresmikan Rumah Restorative Justice di Desa Mulyaguna Kecamatan Teluk Gelam, Kamis (23/6/2022). Foto : viralsumsel.com/fir
Kajari OKI, Abdi Reza Fachlewi Junus MH bersama Bupati OKI Iskandar SE meresmikan Rumah Restorative Justice di Desa Mulyaguna Kecamatan Teluk Gelam, Kamis (23/6/2022). Foto : viralsumsel.com/fir

Jadi Contoh, Kajari OKI Resmikan Rumah Restorative Justice di Desa Mulyaguna Teluk Gelam

viralsumsel.com, KAYUAGUNG – Berdasarkan Keputusan Jaksa agung nomo 15 tahun 2020 perkara yang bisa dilakukan  restorative justice  ada syarat tertentu ancaman hukuman dibawah 5 tahun, penganiayaan biasa,  kerugian  pencurian tidak lebih dari Rp2,5 juta,  pelaku belum pernah dihukum,  mendapat maaf dari korban dan mengembalikan kerugian yang diderita.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) OKI, Abdi Reza Fachlewi Junus MH mengungkapkan, untuk  itu pihaknya  meresmikan  Rumah Restorative Justice di Desa Mulyaguna Kecamatan  Teluk Gelam. ” Semoga jadi contoh  desa lain untuk  membangun rumah ini, “terangnya Kamis (23/6/2022).

Ditambahkannya, bila terjadi konflik di masyarakat, kepala desa agama pemuda dikumpulkan dicarikan solusi agar permasalahan ini tidak  meluas.”Semoga keberadaan  rumah ini membuat  masyarakat sadar hukum dan melek hukum.

Baca Juga :   Sekda OKI Lantik 274 CPNS, Ingatkan Integritas dan Core Value 'BerAKHLAK'

Karena ini menjadi contoh  wadah menyelesaikan  permasalahan hukum  di masyarakat agar tidak meluas. Tak hanya itu sambungnya, Rumah ini juga sebagai wadah program jaksa masuk desa. Dimana jaksa agung meminta  Kejaksaan Negeri melakukan  pendampingan pengelolaan dana desa sehingga kedepan tidak ada lagi kades berhadapan dengan hukum.

Selanjutnya siap membantu disini jadi tempat pendampingan  serta membahas melakukan  penyuluhan  hukum, agar masyarakat  melek hukum karena ahli hukum dapat terjauh dari hukuman.

Terpisah, Bupati OKI,  H Iskandar SE mengatakan, ini masalah justice dikembalikan dengan keadaan semula sedia kalanya itu. Ia mewakili segenap warga OKI mengapresiasi  atas pemikiran ini atas keadilan sehingga diperoleh tidak hanya berakhir  dihukum positif memakan waktu panjang. Perkara bisa diselesaikan suatu tempat di desa tertentu.

Baca Juga :   Jelang Harganas, DPPKB OKI Gelar Layanan KB Serentak Sejuta Akseptor

Ini produk anyar dan dipikir dimasa silam pola ini lahir produk kearifan lokal kuatkan lembaga adat, tokoh agama satukan bila menghadapi suatu kasus kekerasan rumah tangga,  pencurian sendal dan perkelahian dan perlu ada restorative justice. ” Produk ini akan akan kami manfaatkan dan PMD kumpulkan camat sosialisasikan ini agar masyarakat  tahu produk ini tidak harus diselesaikan  di Pengadilan,” tandasnya. (fir)

About Redaksi Viral Sumsel

Check Also

Euforia Perguruan Wadokai setelah sukses jadi juara umum Kejurda II FORKI Kabupaten OKI tahun 2002. Foto : viralsumsel.com/fir

Wadokai Jawara di Kejurda Forki M. Alki Ardhiansyah

viralsumsel.com, OKI – Perguruan Wadokai berhasil menjadi juara umum Kejurda II FORKI Kabupaten OKI tahun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *