viralsumsel.com, JAKARTA- Jalanan berlubang kembali menjadi ancaman serius bagi pengendara di musim hujan.
Genangan air yang menutupi aspal rusak membuat lubang sulit terlihat, sehingga banyak kendaraan terjebak tanpa sempat menghindar. Akibatnya, ban pecah, velg rusak, hingga pengendara motor terjatuh kerap terjadi di berbagai ruas jalan.
Praktisi keselamatan berkendara sekaligus anggota Kebijakan dan Advokasi Berkendara Direktorat Keselamatan Berkendara Ikatan Motor Indonesia (IMI), Erreza Hardian, menyebut ada sejumlah langkah penting yang bisa dilakukan pengendara agar tetap selamat saat melintasi jalan rusak.
1. Kurangi mobilitas jika memungkinkan
Menurut Reza, langkah paling aman justru dengan membatasi penggunaan kendaraan pribadi saat kondisi jalan sedang buruk.
“Kalau bisa, hindari berkendara. Mengurangi mobilitas itu cara paling efektif menurunkan risiko. Alternatifnya, gunakan transportasi umum,” ujarnya.
2. Turunkan kecepatan kendaraan
Jika tetap harus berkendara, pengendara diminta tidak memacu kendaraan. Kecepatan rendah memberi waktu untuk melihat kondisi jalan, berpikir, dan bereaksi.
“Perhatikan kendaraan 2-3 mobil di depan. Kalau terlihat bergoyang atau menghindar, biasanya ada genangan atau lubang,” jelas Reza.
3. Pastikan tekanan dan jenis ban sesuai standar
Pengemudi mobil perlu memahami tipe ban yang digunakan, terutama ban radial yang memiliki dinding samping lebih tipis.
“Tekanan angin harus sesuai rekomendasi pabrikan. Standarnya bisa dilihat di buku manual, sisi pintu mobil, atau bodi kendaraan,” katanya.
4. Hindari tekanan ban kurang dan kecepatan tinggi
Reza menjelaskan, tekanan angin yang kurang membuat ban tidak bekerja optimal sebagai suspensi. Saat menghantam jalan rusak, ban bisa menekuk, memanas, hingga pecah.
“Risikonya makin besar kalau ditambah kecepatan tinggi, perjalanan jauh, atau kondisi stop and go,” ujarnya.
5. Pemotor perlu teknik berkendara khusus
Untuk pengendara sepeda motor, Reza menilai tantangannya lebih berat. Pemotor disarankan terus meningkatkan keterampilan berkendara.
“Jangan kaku memegang setang. Genggaman yang rileks membuat motor bisa bergerak mengikuti kontur jalan tanpa mentransfer seluruh guncangan ke tubuh,” paparnya.
6. Manfaatkan tubuh sebagai peredam tambahan
Reza juga menyarankan pemotor sedikit berdiri di pijakan kaki, selama kondisi aman, agar kaki bisa berfungsi sebagai peredam kejut tambahan.
“Cara ini membantu mengurangi guncangan dan menurunkan risiko terjatuh,” pungkasnya. (mel)







