Jelang Bursa Transfer Dibuka, Sriwijaya FC Terkendala Finansial dan Kepastian Manajemen

PALEMBANG, viralsumsel.com Menjelang dibukanya bursa transfer Pegadaian Championship atau Liga 2 musim 2025/26 pada 10 Januari 2026, pelatih kepala Sriwijaya FC, Budi Sudarsono, terus mematangkan strategi untuk membangkitkan performa tim yang terpuruk sepanjang putaran awal kompetisi.

Namun, langkah pembenahan yang disiapkan mantan striker Timnas Indonesia itu masih terbentur persoalan klasik, yakni kondisi keuangan klub dan belum jelasnya keputusan manajemen.

Budi mengakui bahwa tim pelatih sejatinya telah melakukan pemetaan kebutuhan pemain, termasuk mengidentifikasi sejumlah nama yang dinilai mampu menambah kekuatan Laskar Wong Kito. Akan tetapi, semua rencana tersebut belum bisa dieksekusi karena keputusan akhir tetap berada di tangan manajemen klub.

“Kami tetap dilibatkan dalam proses pemilihan pemain. Tapi untuk eksekusinya, kami masih menunggu kepastian dari manajemen yang baru,” ujar Budi Sudarsono saat ditemui, Kamis (1/1/2026).

Baca Juga :  Harlan Suardi Absen Dua Bulan, PSIM Yogyakarta Kehilangan Penjaga Gawang Utama Akibat Cedera Lutut

Kondisi ini membuat pergerakan Sriwijaya FC di bursa transfer berpotensi berjalan lambat, sementara kompetisi terus bergulir dan waktu untuk melakukan perbaikan semakin terbatas. Budi menegaskan, sebagai pelatih kepala, dirinya tidak bisa mengambil keputusan sepihak, terutama yang berkaitan dengan kontrak pemain dan aspek finansial.

Menurut Budi, ketimpangan komposisi skuad menjadi salah satu faktor utama menurunnya performa Sriwijaya FC musim ini. Ia menilai, tim tidak bisa hanya bergantung pada pemain muda atau pemain yang tersedia seadanya tanpa dukungan pemain berpengalaman di tiap lini.

“Kalau hanya mengandalkan pemain muda atau pemain yang ada sekarang, tentu tidak cukup. Dalam sebuah tim, harus ada keseimbangan di semua lini, baik itu pemain muda, senior, maupun pemain dengan jam terbang tinggi. Itu penting agar performa tim bisa meningkat,” jelasnya.

Baca Juga :  PS Palembang Tambah 4 Pemain Lagi, Termasuk Top Scorrer Liga 3 Sumsel

Budi juga menekankan bahwa pembenahan tim tidak bisa ditunda terlalu lama. Jika keputusan manajemen terus berlarut-larut, maka peluang Sriwijaya FC untuk bangkit dan bersaing di sisa kompetisi akan semakin berat.

Situasi ini menjadi sorotan publik sepak bola Sumatera Selatan, mengingat Sriwijaya FC merupakan klub besar dengan sejarah panjang dan ekspektasi tinggi dari suporter.

Bursa transfer Januari diharapkan menjadi momentum krusial bagi manajemen untuk menunjukkan keseriusan dalam menyelamatkan musim Sriwijaya FC, sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap klub kebanggaan masyarakat Sumsel tersebut. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *