BOSTON, VIRALSUMSEL.COM – Hasil imbang tanpa gol yang diraih Timnas Inggris saat menghadapi Ghana pada laga kedua Grup L Piala Dunia FIFA 2026 memang menyisakan rasa kecewa.
Namun di tengah sorotan terhadap performa The Three Lions yang gagal meraih kemenangan, gelandang muda andalan Inggris, Jude Bellingham, memilih untuk tetap tenang dan mengajak seluruh tim menjaga suasana positif.
Menurut pemain yang kini menjadi salah satu pilar utama Inggris tersebut, hasil imbang melawan Ghana bukan alasan untuk panik atau menciptakan drama di dalam skuad. Ia menegaskan bahwa Inggris masih berada di posisi yang sangat baik untuk melangkah ke babak berikutnya.
Meski mendominasi jalannya pertandingan dengan penguasaan bola yang lebih tinggi dan mencatatkan 19 percobaan tembakan berbanding hanya dua milik Ghana, Inggris tetap gagal membongkar pertahanan disiplin yang diperagakan wakil Afrika tersebut.
Bellingham mengakui ada rasa frustrasi karena timnya tidak mampu memanfaatkan dominasi permainan menjadi kemenangan. Namun ia menilai hasil tersebut merupakan bagian dari dinamika turnamen besar seperti Piala Dunia.
“Kadang pertandingan seperti ini memang terjadi. Ghana tampil sesuai rencana mereka dan berhasil mendapatkan hasil yang mereka inginkan. Kami memiliki banyak penguasaan bola, sejumlah peluang, dan situasi bola mati, tetapi tetap kesulitan menemukan celah,” ujarnya.
Tidak Ada Kepanikan di Skuad Inggris
Pemain berusia 22 tahun itu juga menepis anggapan bahwa hasil imbang tersebut akan mempengaruhi mental tim menjelang laga terakhir fase grup.
Sebagai salah satu pemain senior meskipun masih tergolong muda, Bellingham mengaku berusaha menjaga atmosfer ruang ganti tetap kondusif.
Ia menegaskan bahwa seluruh pemain memahami posisi mereka saat ini masih sangat menguntungkan.
“Tidak ada kekhawatiran, tidak ada stres, dan tidak ada drama. Pesan kami di ruang ganti sangat sederhana, tetap positif dan terus menjaga suasana yang baik. Kami sudah mengumpulkan empat poin dari dua pertandingan dan itu membuat kami berada dalam posisi yang bagus,” katanya.
Inggris saat ini memimpin klasemen sementara Grup L dengan koleksi empat poin, unggul selisih gol atas Ghana yang juga mengoleksi poin serupa. Sementara Kroasia berada di posisi ketiga dengan tiga poin dan Panama masih tanpa angka.
Ghana Beri Pelajaran Berharga untuk Inggris
Dalam laga yang berlangsung di Boston Stadium, Inggris sebenarnya datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah sebelumnya meraih kemenangan penting atas Kroasia pada pertandingan pembuka.
Namun Ghana yang dilatih Carlos Queiroz tampil sangat disiplin dan terorganisir. Mereka mampu meredam kreativitas lini tengah Inggris sekaligus mengandalkan serangan balik cepat yang beberapa kali merepotkan pertahanan lawan.
Menurut Bellingham, menghadapi tim seperti Ghana justru menjadi pengalaman berharga bagi Inggris untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di fase gugur nanti.
“Kami tidak hanya menghadapi tim-tim Eropa yang sudah familiar. Salah satu keindahan Piala Dunia adalah kesempatan bermain melawan berbagai gaya permainan yang berbeda. Ghana menunjukkan kualitas luar biasa dan menghadirkan ancaman yang berbeda dari yang biasa kami hadapi,” jelasnya.
Ia menilai Ghana memiliki organisasi permainan yang kuat, kemampuan bertahan yang disiplin, serta kecepatan dalam melakukan transisi menyerang.
Tuchel: Ini Bukan Alarm Bahaya
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, juga memberikan pandangan serupa. Mantan pelatih Chelsea dan Bayern Munich tersebut menolak menganggap hasil imbang melawan Ghana sebagai alarm bahaya bagi timnya.
Menurut Tuchel, timnya tetap menunjukkan komitmen dan semangat juang yang tinggi sepanjang pertandingan.
Ia justru memberikan apresiasi terhadap performa Ghana yang dinilai tampil sangat solid dan sulit ditembus.
“Semua pemain bekerja keras dan menunjukkan komitmen penuh. Tidak ada alasan untuk meragukan mereka. Kami tidak membutuhkan peringatan karena tidak pernah merasa terlalu percaya diri,” ujar Tuchel.
Pelatih asal Jerman itu menilai Ghana memiliki kombinasi kekuatan fisik, kecepatan, dan organisasi permainan yang membuat mereka menjadi salah satu lawan paling sulit di grup ini.
“Ghana memiliki pemain-pemain cepat di semua lini, kuat dalam duel satu lawan satu, dan sangat disiplin dalam bertahan. Mereka memang sangat sulit ditembus,” tambahnya.
Fokus Hadapi Panama
Kini Inggris mengalihkan fokus ke pertandingan terakhir Grup L melawan Panama yang akan digelar di New York New Jersey Stadium.
The Three Lions hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan tiket ke Babak 32 Besar Piala Dunia FIFA 2026.
Bellingham dan Tuchel sepakat bahwa tim harus tetap menjaga keseimbangan mental, tidak terlalu larut dalam euforia ketika menang maupun terpuruk saat gagal meraih hasil maksimal.
“Empat poin dari dua pertandingan adalah modal yang baik. Kami harus tetap fokus dan melangkah ke pertandingan berikutnya dengan mentalitas yang sama,” tutup Bellingham.
Dengan posisi yang masih berada di puncak klasemen, peluang Inggris untuk melangkah ke fase gugur tetap terbuka lebar. Namun pertandingan melawan Panama akan menjadi ujian berikutnya bagi skuad asuhan Thomas Tuchel untuk memastikan status mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara dunia. (bbs)






