Karhutla Palembang Capai 297 Titik, Ratu Dewa Perkuat Respons Cepat di Lokasi Rawan

PALEMBANG, VIRALSUMSEL.COM – Pemerintah Kota Palembang terus memperkuat langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan langsung kondisi di lapangan sekaligus mempercepat respons petugas terhadap titik-titik yang berpotensi mengalami kebakaran.

Langkah itu dilakukan Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru saat meninjau sejumlah posko Karhutla di beberapa kecamatan di Kota Palembang, Senin (7/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Ratu Dewa turut menyampaikan perkembangan penanganan Karhutla di wilayah Kota Palembang. Berdasarkan data yang dihimpun sejak Januari hingga awal September 2026, tercatat sebanyak 297 titik Karhutla dengan total luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 253 hektare.

Ratu Dewa menjelaskan, lahan yang terbakar di wilayah Palembang tersebut merupakan lahan mineral, bukan kawasan lahan gambut. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam melakukan pemantauan dan penanganan kebakaran di lapangan.

Ia menyebut, penanganan terhadap laporan kebakaran terus dilakukan secara cepat. Bahkan, setelah adanya laporan mengenai sejumlah titik kebakaran, Pemerintah Kota Palembang langsung mengerahkan armada pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan.

“Untuk lahan yang terbakar di Palembang merupakan lahan mineral, bukan gambut. Setelah mendapatkan laporan adanya titik kebakaran, kami langsung mengerahkan armada Damkar untuk melakukan pemadaman,” jelasnya saat berada di Posko Karhutla Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL).

Baca Juga :  Asisten II Setda Palembang Isnaini Madani Tunaikan Salat Iduladha dan Serahkan Hewan Kurban di Masjid Darussaid

Selain memperkuat armada pemadam, Pemkot Palembang juga menerapkan pola penempatan petugas yang lebih dekat dengan wilayah rawan. Ratu Dewa mengatakan, petugas posko diarahkan berada di lokasi-lokasi yang memiliki tingkat risiko Karhutla sehingga waktu tempuh menuju titik kebakaran dapat dipangkas.

Menurut dia, pola tersebut diharapkan mampu membuat respons petugas menjadi lebih cepat ketika menerima laporan kebakaran. Dengan posisi petugas yang lebih dekat, pemadaman dapat segera dilakukan sebelum api meluas.

“Petugas kami tempatkan sedekat mungkin dengan lokasi yang rawan. Targetnya, ketika terjadi kebakaran, petugas dapat bergerak dalam waktu sekitar lima menit untuk segera melakukan pemadaman. Pola ini diterapkan di seluruh kecamatan,” ujarnya.

Berdasarkan laporan yang diterima Pemerintah Kota Palembang, beberapa kecamatan tercatat memiliki jumlah titik Karhutla cukup tinggi. Kecamatan Sematang Borang menjadi wilayah dengan angka titik Karhutla tertinggi.

Setelah Sematang Borang, wilayah dengan jumlah titik Karhutla cukup tinggi berikutnya adalah Kecamatan Alang-Alang Lebar, kemudian Kecamatan Ilir Barat I.

Baca Juga :  15 Pasang Finalis Bersaing Ketat di Malam Final Cek Bagus Cek Ayu Palembang 2026

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah terus meningkatkan pemantauan, terutama terhadap wilayah yang dinilai memiliki potensi kebakaran lebih besar. Kecepatan informasi dan respons lapangan menjadi bagian penting dalam mencegah api berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih luas.

Ratu Dewa juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang terus memberikan dukungan kepada Pemkot Palembang dalam menghadapi persoalan Karhutla.

Ia menegaskan, koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan, termasuk dengan jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. Pelaporan mengenai kondisi Karhutla dan langkah penanganannya dilakukan secara berkala sebagai bagian dari koordinasi pemerintah dalam menghadapi dampak musim kebakaran.

“Kami terus menjalankan koordinasi secara rutin sesuai arahan Gubernur Sumatera Selatan, termasuk dengan Dinas Kesehatan Provinsi. Perkembangan dan penanganan Karhutla juga terus kami laporkan secara berkala,” pungkasnya.

Dengan penguatan posko, penempatan petugas di wilayah rawan, pengerahan armada pemadam serta koordinasi lintas sektor, Pemkot Palembang berupaya memastikan setiap laporan Karhutla dapat segera ditindaklanjuti. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah mengantisipasi meluasnya kebakaran dan menjaga kondisi lingkungan serta masyarakat di tengah situasi rawan Karhutla. (nto/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *