Komitmen Dorong UMKM Naik Kelas, Dewi Sastrani Apresiasi Jambore UMKM Forketas Sumsel 2026

PALEMBANG, viralsumsel.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan Jambore UMKM Forketas Sumsel 2026 yang digelar di CGC One Palembang, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan yang mempertemukan ratusan pelaku UMKM dari berbagai daerah di Sumsel itu menjadi momentum penting dalam memperluas jaringan usaha, meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, hingga membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal unggulan.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, secara langsung membuka kegiatan tersebut didampingi Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Sumsel, Feby Deru. Hadir pula Bupati Banyuasin Askolani, Ketua TP PKK Kota Palembang Dewi Sastrani Ratu Dewa, serta Ketua Forketas Sumsel Sri Rahayu.

Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa penguatan UMKM menjadi salah satu fokus penting pemerintah daerah karena sektor tersebut memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian masyarakat. Berdasarkan data pemerintah provinsi, saat ini terdapat sekitar 800 ribu pelaku UMKM yang terdaftar di Sumatera Selatan.

Menurutnya, jumlah tersebut merupakan potensi ekonomi yang sangat besar apabila mendapat pendampingan, akses permodalan, dan pemasaran yang tepat.

“Pelaku UMKM harus terus didorong agar naik kelas. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri sehingga dibutuhkan kolaborasi bersama komunitas, dunia usaha, dan stakeholder lainnya,” ujar Herman Deru.

Baca Juga :  Sekda Aprizal : APIP Mitra Strategis Perkuat Pengawasan Program Unggulan Daerah

Untuk mendukung target tersebut, pemerintah memfokuskan pengembangan UMKM melalui tiga strategi utama. Pertama peningkatan keterampilan dan kualitas sumber daya manusia agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Kedua memperkuat akses pembiayaan dan permodalan bagi pelaku usaha. Ketiga membuka akses pemasaran melalui berbagai kegiatan pameran dan promosi produk lokal.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya Jambore UMKM Forketas Sumsel 2026. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi wadah penting bagi pelaku usaha untuk berkembang sekaligus memperluas jejaring bisnis.

Menurut Dewi Sastrani, keberadaan UMKM memiliki dampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan ekonomi keluarga.

“UMKM bukan hanya sekadar usaha kecil, tetapi menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Ketika UMKM berkembang, maka kesejahteraan keluarga juga ikut meningkat,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara berkelanjutan agar pelaku UMKM memiliki ruang promosi sekaligus kesempatan meningkatkan kualitas produk mereka.

Jambore UMKM Forketas Sumsel 2026 juga menghadirkan berbagai inovasi menarik, salah satunya peluncuran aplikasi digital khusus UMKM yang digagas Forketas Sumsel. Aplikasi tersebut menjadi pusat data terintegrasi yang mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai stakeholder terkait.

Baca Juga :  Gubernur Sumsel Herman Deru Lantik Pj Bupati Muba Jadi Sekda Muba Definitif

Ketua Forketas Sumsel, Prof. Dr. Sri Rahayu, SE., MM., menjelaskan bahwa aplikasi tersebut diharapkan mampu membantu UMKM dalam memperluas akses informasi, pemasaran, hingga peluang kerja sama usaha.

“Melalui aplikasi ini, pelaku UMKM dapat lebih mudah terhubung dengan berbagai pihak yang mendukung pengembangan usaha mereka,” ujarnya.

Selain itu, panitia juga menerapkan strategi unik untuk meningkatkan transaksi selama kegiatan berlangsung. Para tamu undangan tidak disediakan konsumsi dalam bentuk kotak makanan, melainkan diberikan kupon belanja yang wajib digunakan di tenant UMKM.

Langkah tersebut dinilai efektif mendorong perputaran ekonomi secara langsung di area pameran sekaligus membantu meningkatkan omzet para pelaku usaha.

Jambore UMKM Forketas Sumsel 2026 berlangsung selama empat hari dengan target kunjungan mencapai 1.000 pengunjung per hari. Sebanyak 108 pelaku UMKM ikut ambil bagian menampilkan berbagai produk unggulan mulai dari kuliner, kerajinan tangan, fesyen, hingga produk kreatif lokal lainnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas UMKM, Forketas Sumsel juga menggandeng Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan penilaian perkembangan usaha peserta. Nantinya, 15 UMKM terbaik akan mendapatkan kesempatan memasarkan produknya di pusat oleh-oleh ternama CGC Wan. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *