Palembang, viralsumsel.com — Fase penyisihan grup Piala Afrika (AFCON) 2025 resmi berakhir pada Kamis, 2 Januari 2026 dini hari WIB.
Sebanyak 16 negara telah memastikan tiket ke babak 16 besar, menandai dimulainya fase gugur yang diprediksi berlangsung ketat dan penuh kejutan.
Dari hasil pertandingan terakhir di enam grup, enam tim tampil dominan dengan status juara grup, menunjukkan konsistensi dan kekuatan sejak laga pembuka.
Keenam negara tersebut adalah Maroko, Mesir, Nigeria, Senegal, Aljazair, dan Pantai Gading. Negara-negara ini sukses mengamankan posisi teratas grup masing-masing dan menjadi unggulan kuat menuju babak selanjutnya.
Sementara itu, enam tim lainnya melaju ke babak 16 besar sebagai runner-up grup. Mereka adalah Mali, Afrika Selatan, Tunisia, Republik Demokratik Kongo, Burkina Faso, dan Kamerun.
Meski tidak finis sebagai juara grup, performa stabil dan hasil krusial pada laga-laga penentuan memastikan langkah mereka tetap berlanjut di turnamen sepak bola paling prestisius di Afrika ini.
Empat tiket tersisa diperebutkan melalui jalur peringkat ketiga terbaik, sesuai format kompetisi Piala Afrika. Dari persaingan ketat tersebut, Mozambik (Grup F), Benin (Grup D), Sudan (Grup E), dan Tanzania (Grup C) berhasil mengamankan tempat di babak 16 besar.
Keempat tim ini dinilai mampu memanfaatkan peluang secara maksimal meski menghadapi lawan-lawan berat di fase grup.
Dengan komposisi peserta yang beragam—mulai dari juara bertahan, tim unggulan tradisional, hingga kuda hitam—babak 16 besar Piala Afrika 2025 dipastikan akan menyajikan pertandingan menarik.
Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) telah menjadwalkan delapan pertandingan babak 16 besar yang akan berlangsung mulai Sabtu (3/1) hingga Selasa (6/1) waktu setempat.
Sejumlah duel diprediksi akan berlangsung sengit, mengingat banyaknya tim kuat yang lolos dan ambisi besar masing-masing negara untuk melangkah lebih jauh.
Bagi sebagian tim, fase gugur ini menjadi momentum pembuktian, sementara bagi tim unggulan, tekanan untuk mempertahankan status favorit justru semakin besar.
Berakhirnya fase grup sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan Piala Afrika 2025, di mana kesalahan kecil dapat berujung tersingkir.
Publik sepak bola Afrika dan dunia kini menantikan siapa yang mampu melangkah hingga babak puncak dan mengangkat trofi juara. (bbs)











