Polda Sumsel Terapkan Delay System di Jalintim, Strategi Kelola Puncak Arus Balik Lebaran 2026

PALEMBANG, viralsumsel.com — Polda Sumatera Selatan menerapkan strategi manajemen lalu lintas berupa sistem penundaan perjalanan (delay system) bagi kendaraan angkutan barang pada puncak arus balik Lebaran 2026. Kebijakan ini difokuskan di Jalur Lintas Timur (Jalintim), yang menjadi salah satu urat nadi transportasi antarprovinsi di wilayah Sumatera.

Langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap lonjakan volume kendaraan menjelang berakhirnya masa libur Lebaran dan dimulainya kembali aktivitas kerja serta sekolah. Melalui pengaturan ini, kepolisian menargetkan arus lalu lintas tetap lancar, aman, dan mampu menekan potensi kecelakaan di jalur utama.

Penerapan delay system dilakukan dengan menahan sementara kendaraan berat seperti truk dan angkutan barang di sejumlah kantong parkir yang telah disiapkan. Kendaraan tersebut kemudian dilepas secara bertahap guna menghindari penumpukan di titik-titik rawan kemacetan.

Kepala Biro Operasi Polda Sumsel, Muhammad Anis Prasetio Santoso, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi operasional terukur dalam menghadapi puncak arus balik.

Baca Juga :  Gasak 10 HP Dalam Konter, Betis Pemuda di Palembang Dihajar Timah Panas

“Kendaraan berat kami tahan sementara di kantong parkir, lalu dilepas secara bertahap mulai pukul 22.00 WIB. Tujuannya agar arus kendaraan pemudik tetap lancar dan tidak terjadi kepadatan di jalur utama,” ujarnya.

Operasi Ketupat Musi 2026 Disiagakan Penuh
Dalam rangka mendukung kebijakan tersebut, Polda Sumsel mengerahkan personel gabungan melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026 dan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) Musi. Petugas disiagakan di berbagai titik strategis, mulai dari pos pengamanan hingga pos pelayanan yang beroperasi selama 24 jam.

Fokus pengamanan diarahkan pada jalur dengan potensi kepadatan tinggi, persimpangan utama, serta akses keluar-masuk wilayah Sumatera Selatan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas arus kendaraan selama periode arus balik.

Baca Juga :  Simpan Sabu Dalam Celana Dalam, Pengedar Sabu di Keluang Muba Diamankan Polisi

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa pemantauan arus lalu lintas dilakukan secara berkelanjutan melalui mekanisme analisa dan evaluasi (anev).

“Kami memastikan seluruh rangkaian pengamanan berjalan optimal agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan tepat waktu. Kehadiran Polri di lapangan adalah bentuk pelayanan nyata,” jelasnya.

Imbauan untuk Pengguna Jalan

Selain pengaturan kendaraan berat, Polda Sumsel juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi arahan petugas di lapangan, menjaga keselamatan berkendara, serta merencanakan perjalanan dengan baik guna menghindari kepadatan.

Dengan strategi yang terukur dan berbasis kondisi lapangan, Polda Sumsel optimistis pengamanan arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan di wilayah Sumatera Selatan. (Ken)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *