Kilang Plaju Perkuat Konservasi Lingkungan, dari Rusa Sambar hingga 21 Ribu Mangrove

PALEMBANG, viralsumsel.com – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju atau Kilang Plaju terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui berbagai program konservasi di Sumatera Selatan.

Upaya tersebut mencakup perlindungan satwa, konservasi ikan lokal, penghijauan, hingga pemulihan ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove. Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati.

Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Siti Fauzia, mengatakan berbagai kegiatan tersebut turut dilakukan dalam momentum Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang diperingati setiap 10 Agustus.

Menurutnya, peringatan HKAN menjadi pengingat bahwa menjaga alam membutuhkan keterlibatan bersama, bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak.

“Sesuai semangat HKAN, kami ingin upaya yang dilakukan saat ini dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dalam jangka panjang dan menjadi warisan yang baik bagi generasi berikutnya,” ujar Siti Fauzia dalam keterangannya di Palembang, Rabu.

Konservasi Rusa Sambar di Sungai Gerong

Salah satu program yang dijalankan Kilang Plaju adalah konservasi rusa sambar di kawasan penangkaran Sungai Gerong.

Saat ini, terdapat 12 ekor rusa sambar yang berada di lokasi tersebut. Jumlah itu terdiri atas empat ekor jantan, enam ekor betina, serta dua ekor yang jenis kelaminnya masih belum diketahui.

Rusa sambar merupakan salah satu satwa yang mendapat perhatian dalam program konservasi karena memiliki status konservasi Vulnerable atau rentan.

Baca Juga :  Kripto vs Instrumen Investasi Lain: Mana yang Lebih Menarik di Era Digital?

Melalui kegiatan penangkaran, keberadaan satwa tersebut diharapkan tetap terjaga. Program ini sekaligus menjadi media edukasi bagi pekerja dan masyarakat agar semakin memahami pentingnya perlindungan terhadap satwa dan habitatnya.

Jaga Populasi Ikan Belida

Komitmen terhadap keanekaragaman hayati juga diwujudkan melalui konservasi ikan belida di Kampus C PGRI Palembang.

Dalam program tersebut, terdapat dua jenis ikan belida yang dikonservasi, yakni belida lopis dan belida jawa. Untuk belida lopis, terdapat lima ekor induk dan 40 ekor benih. Sementara belida jawa tercatat sebanyak 22 ekor induk.

Konservasi ini tidak hanya berorientasi pada upaya mempertahankan populasi ikan lokal, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem perairan.

Keberadaan ikan lokal memiliki keterkaitan erat dengan kondisi habitat perairan. Karena itu, perlindungan satwa air juga perlu diiringi dengan kesadaran menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan perairan.

Penghijauan Capai 212 Hektare

Selain konservasi satwa, Kilang Plaju juga menjalankan program penghijauan di sejumlah kawasan.

Hingga saat ini, total area penghijauan yang dikelola mencapai 212,8365 hektare. Kawasan tersebut tersebar di area Kilang Plaju, Kilang Sungai Gerong, Kompleks Pertamina, serta Lapangan Golf Bagus Kuning.

Program penghijauan dilakukan untuk membantu menjaga kualitas lingkungan sekaligus menyediakan ruang tumbuh bagi berbagai jenis flora dan fauna.

Keberadaan kawasan hijau juga menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Baca Juga :  Paduan AI dan Gotong Royong: Indonesia Luncurkan Peta Gotong Royong

Tanam 21 Ribu Bibit Mangrove di Banyuasin

Perhatian terhadap lingkungan juga diarahkan ke kawasan pesisir Sumatera Selatan. Bersama RDMP Project Sumatera, Kilang Plaju telah menanam sebanyak 21.000 bibit mangrove sejak 2023.

Penanaman tersebut dilakukan di kawasan Perhutanan Sosial Hutan Desa Sungsang IV, Kabupaten Banyuasin.

Program penanaman mangrove tidak berhenti pada proses penanaman. Pertumbuhan tanaman terus dipantau untuk memastikan ekosistem yang dibangun dapat berkembang dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Mangrove memiliki peran penting bagi kawasan pesisir, mulai dari membantu menjaga wilayah pantai, menyediakan habitat bagi berbagai biota, hingga berkontribusi terhadap penyerapan karbon.

Libatkan Banyak Pihak

Siti Fauzia menegaskan, keberhasilan konservasi tidak dapat dicapai hanya melalui upaya perusahaan. Keterlibatan masyarakat, pemerintah, akademisi, serta berbagai pihak lainnya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar kegiatan konservasi tidak hanya menghasilkan capaian secara kuantitatif, tetapi juga memberikan manfaat ekologis dan sosial yang dapat dirasakan masyarakat.

“Kami ingin apa yang dilakukan hari ini menjadi bagian dari lingkungan yang lebih baik untuk generasi berikutnya,” katanya.

Berbagai program tersebut sekaligus menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasional perusahaan.

Melalui perlindungan keanekaragaman hayati, penghijauan, konservasi satwa, rehabilitasi kawasan pesisir, serta pelibatan masyarakat, Kilang Plaju berupaya menjaga keseimbangan antara keberlanjutan lingkungan dan keberlangsungan kegiatan operasional perusahaan. (bbs/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *