
viralsumsel.com, JAKARTA– Nama Fuad Hasan Masyhur menjadi sorotan usai namanya masuk daftar cekal oleh KPK terkait kasus dugaan korupsi kuota haji 2024. Ia adalah pemilik travel Maktour Group yang juga mertua dari Menpora Dito Ariotedjo.
KPK melarang Fuad bepergian ke luar negeri sebagai bagian dari proses penyidikan. Ia dicekal bersama mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas dan Ishfah Abidal Aziz (IAA) mantan staf khusus Yaqut.
“Bahwa pada tanggal 11 Agustus 2025, KPK telah mengeluarkan Surat Keputusan tentang Larangan Bepergian Ke Luar Negeri terhadap tiga orang yaitu YCQ, IAA dan FHM,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.
Dikutip dari berbagai sumber, Fuad adalah seorang pengusaha travel Maktour “Makassar Toraja” yang mewakili tanah kelahirannya. Ia mendirikan travel tersebut sejak 1980.
Fuad Hasan juga aktif di dunia politik setelah sempat menjadi Ketua DPP Partai Golkar di era kepemimpinan Ketum Aburizal Bakrie. Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua Umum MPN Pemuda Pancasila.
Namanya terseret dalam kasus dugaan korupsi kuota haji menarik perhatian. Fuad adalah ayah dari Niena Kirana Riskyana, istri Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo.
Beberapa waktu silam, Menpora Dito pernah melaporkan kekayaannya dalam LHKPN, khususnya senilai Rp 162 miliar. Dito mengaku harta itu berasal dari mertuanya alias Fuad Hasan.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto menyebut ada keuntungan yang didapat dari jasa travel di balik penambahan kuota haji 2024. Setidaknya ada 10 travel yang diuntungkan dari kuota haji tahun lalu, dari travel besar hingga kecil.
“Memang ada beberapa travel (diuntungkan), nanti dari pemeriksaan nanti akan terungkap. Nah itu nanti spesifik ya, karena terkait masalah keuntungan apa semuanya,” katanya.
“Setidaknya ada travel-travel bisa dikategorikan travel besar, kemudian melibatkan travel sedang, juga termasuk beberapa travel kecil. Ya lebih kurang (10 travel),” ucapnya. (mel)






