Mesir Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Singkirkan Australia Lewat Adu Penalti dan Melaju ke Babak 16 Besar

VIRALSUMSEL.COM, DALLAS – Tim Nasional Mesir mencatatkan sejarah baru di panggung Piala Dunia FIFA 2026 setelah berhasil menyingkirkan Australia melalui drama adu penalti pada babak 32 besar yang berlangsung di Dallas Stadium, Jumat.

Dalam pertandingan yang berlangsung ketat dan penuh tensi tinggi tersebut, Mesir memastikan kemenangan 4-2 dalam adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit pertandingan.

Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi The Pharaohs karena untuk pertama kalinya mereka mampu meraih kemenangan di fase gugur putaran final Piala Dunia. Hasil tersebut sekaligus mengantarkan wakil Afrika Utara itu melangkah ke Babak 16 Besar.

Mesir tampil percaya diri sejak awal laga. Tim besutan Hossam Hassan mampu memanfaatkan momentum dan membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-13 melalui gol yang dicetak oleh Emam Ashour.

Gol bermula dari situasi bola mati yang sempat gagal dimaksimalkan. Namun bola kembali dikirim ke area berbahaya oleh Karim Hafez dan berhasil disambut Ashour melalui sundulan akurat yang tidak mampu diantisipasi lini pertahanan Australia.

Bagi Ashour, gol tersebut semakin mempertegas perannya sebagai salah satu pemain penting Mesir di turnamen kali ini. Sebelum tampil di Piala Dunia 2026, gelandang berusia 28 tahun tersebut belum pernah mencatatkan gol internasional. Kini ia telah mengoleksi dua gol sepanjang turnamen.

Baca Juga :  Gol Dedi Dipersembahkan untuk Semen Padang

Australia sebenarnya sempat memberikan ancaman pada awal pertandingan melalui tendangan jarak jauh yang dilepaskan Cristian Volpato. Namun upaya tersebut hanya membentur mistar gawang dan gagal mengubah skor.

Memasuki babak kedua, Socceroos meningkatkan intensitas serangan. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-55 melalui gol bunuh diri Mohamed Hany.

Berawal dari tendangan bebas yang dikirim Aiden O’Neill dari sisi kiri, bola justru mengenai Hany dan masuk ke gawang sendiri. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 1-1 dan membangkitkan semangat Australia untuk terus menekan.

Mesir sebenarnya memiliki sejumlah peluang emas untuk mengakhiri pertandingan sebelum adu penalti. Salah satunya melalui sundulan keras Rami Rabia yang berhasil ditepis secara luar biasa oleh kiper Australia Patrick Beach.

Selain itu, Mohamed Salah yang tampil sejak menit awal juga beberapa kali menjadi kreator serangan berbahaya. Kapten Mesir tersebut sempat memberikan umpan matang kepada Haissem Hassan, namun peluang itu berhasil digagalkan oleh bek jangkung Australia Harry Souttar.

Baca Juga :  Gelandang Serang Sriwijaya FC Ramaikan Daftar Raja Assists Liga 2

Setelah waktu normal dan perpanjangan waktu berakhir tanpa tambahan gol, pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti.

Australia mencoba mengambil langkah taktis dengan memasukkan kiper senior Mat Ryan menjelang adu penalti. Namun strategi tersebut tidak mampu menghentikan ketenangan para eksekutor Mesir.

Empat penendang Mesir sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna. Bahkan Salah memperlihatkan kelasnya dengan mengeksekusi penalti bergaya Panenka yang memukau para penonton.

Di sisi lain, Australia gagal memaksimalkan peluang mereka setelah Harry Souttar dan Lucas Herrington tidak mampu menaklukkan penjaga gawang Mesir.

Gol penentu kemenangan akhirnya dicetak oleh Hossam Abdelmaguid yang memastikan Mesir menang 4-2 dalam adu penalti sekaligus mengamankan tiket menuju Babak 16 Besar.

Pada fase berikutnya, The Pharaohs akan menghadapi pemenang laga antara Argentina dan Tanjung Verde di Atlanta pada 7 Juli mendatang. Kemenangan bersejarah ini menjadi bukti bahwa Mesir kini tidak lagi sekadar peserta di Piala Dunia, melainkan tim yang siap bersaing dengan negara-negara besar dalam perburuan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *