SURABAYA, viralsumsel.com – PSMS Medan memang harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya dengan skor tipis 0-1 pada laga kedua Grup B Piala Presiden 2026.
Namun, hasil tersebut tidak mengurangi optimisme pelatih Eko Purdjianto yang justru melihat perkembangan positif dari performa timnya menjelang bergulirnya kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.
Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Rabu malam, PSMS mampu memberikan perlawanan sengit kepada salah satu klub papan atas Indonesia. Meski gagal membawa pulang poin, penampilan Ayam Kinantan dinilai semakin matang dibandingkan laga sebelumnya.
Usai pertandingan, Eko Purdjianto memberikan apresiasi kepada seluruh pemain yang dinilai mampu menjalankan strategi yang telah dipersiapkan tim pelatih.
Menurutnya, turnamen pramusim seperti Piala Presiden menjadi momentum penting untuk mengukur kesiapan tim sekaligus memperkuat fondasi permainan sebelum kompetisi resmi dimulai.
“Kami bersyukur karena di ajang pramusim ini para pemain mampu menjalankan instruksi dengan baik. Ada perkembangan yang kami lihat, baik dari organisasi permainan maupun pemantapan tim. Saya memberikan apresiasi kepada seluruh pemain atas kerja keras mereka,” ujar Eko dalam konferensi pers seusai laga.
Pelatih berpengalaman tersebut menilai pertandingan melawan Persebaya memberikan banyak pelajaran berharga. Selain mempertahankan organisasi permainan, sejumlah pemain yang baru mendapat kesempatan tampil juga mampu menunjukkan performa yang cukup menjanjikan.
Hal itu menjadi modal penting bagi tim pelatih dalam menentukan komposisi terbaik untuk mengarungi kompetisi Liga 2 musim depan.
Eko menegaskan bahwa dua pertandingan yang telah dijalani di Piala Presiden akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh sebelum memasuki tahap akhir persiapan.
Masih tersisa waktu sekitar satu setengah bulan sebelum Liga 2 bergulir, sehingga manajemen dan tim pelatih masih memiliki ruang untuk melakukan penyempurnaan skuad.
“Setelah Piala Presiden berakhir, kami akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Kami juga masih memiliki kesempatan menambah pemain sesuai kebutuhan tim dan regulasi yang berlaku,” ungkapnya.
Saat ini, PSMS juga masih memantau performa sejumlah pemain asing yang sedang menjalani masa seleksi.
Penampilan mereka, termasuk pada pertandingan terakhir fase grup melawan Persija Jakarta, akan menjadi dasar dalam menentukan siapa yang layak dipertahankan sebagai bagian dari skuad musim 2026/2027.
Sementara itu, gelandang PSMS Rangga Muslim menilai keikutsertaan timnya di Piala Presiden memberikan manfaat besar, bukan hanya dari sisi teknis permainan tetapi juga dalam membangun kekompakan antarpemain.
Menurut Rangga, meski timnya sempat tertinggal akibat gol dari situasi bola mati, PSMS mampu bangkit dan tampil lebih agresif sepanjang babak kedua.
Beberapa peluang berhasil diciptakan, meski belum mampu dikonversi menjadi gol penyama kedudukan.
“Kami mendapatkan banyak pelajaran dari dua pertandingan yang sudah dijalani. Selain meningkatkan kualitas permainan, turnamen ini juga membantu membangun chemistry antarpemain agar semakin siap menghadapi kompetisi nanti,” kata Rangga.
Meski belum meraih hasil maksimal di Piala Presiden 2026, penampilan PSMS menunjukkan adanya perkembangan yang cukup signifikan.
Dengan waktu persiapan yang masih tersedia serta peluang mendatangkan pemain baru, Ayam Kinantan optimistis mampu tampil lebih kompetitif saat Liga 2 musim 2026/2027 resmi dimulai. (bbs)






