VIRALSUMSEL.COM – Pelatih Timnas Turki, Vincenzo Montella, meminta para pemainnya untuk tetap menjaga semangat dan tidak larut dalam kekecewaan setelah dipastikan tersingkir dari Piala Dunia FIFA 2026.
Kekalahan tipis 0-1 dari Paraguay di Stadion San Francisco Bay Area membuat langkah Turki terhenti lebih cepat di fase grup.
Hasil tersebut menjadi pukulan berat bagi Turki yang sebelumnya berharap mampu bersaing memperebutkan tiket ke babak 32 besar. Namun bagi Montella, para pemainnya tetap layak mendapatkan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi yang mereka tunjukkan sepanjang pertandingan.
Berbicara usai laga, mantan striker tim nasional Italia itu mengakui bahwa suasana ruang ganti dipenuhi rasa kecewa. Meski demikian, ia menegaskan bahwa skuadnya tidak boleh kehilangan kepercayaan diri menjelang pertandingan terakhir Grup D melawan tuan rumah sekaligus pemuncak klasemen, Amerika Serikat.
“Mereka boleh merasa sedih karena kami semua merasakan hal yang sama. Namun saya ingin mereka meninggalkan ruang ganti dengan kepala tegak. Tidak ada yang perlu disesali karena para pemain sudah menunjukkan komitmen dan semangat luar biasa di lapangan,” ujar Montella.
Menurutnya, Turki harus menjadikan kegagalan tersebut sebagai pelajaran berharga untuk membangun fondasi yang lebih kuat pada masa mendatang. Ia juga berharap timnya tetap menampilkan karakter dan determinasi yang selama ini menjadi identitas permainan Turki.
Di sisi lain, kemenangan ini menjadi suntikan moral yang sangat besar bagi Paraguay. Tim asuhan Gustavo Alfaro sukses menjaga peluang lolos ke fase gugur berkat kemenangan penting atas Turki.
Paraguay langsung mengejutkan lawan ketika pertandingan baru berjalan 64 detik. Matias Galarza mencetak gol cepat yang hingga kini menjadi gol tercepat di Piala Dunia FIFA 2026. Keunggulan tersebut kemudian dipertahankan hingga peluit akhir dibunyikan.
Perjuangan Paraguay tidak mudah. Mereka harus bermain dengan 10 pemain setelah Miguel Almiron menerima kartu merah menjelang akhir babak pertama. Meski berada dalam tekanan sepanjang babak kedua, Paraguay mampu bertahan dengan disiplin dan mengamankan tiga poin berharga.
Penjaga gawang Orlando Gill mengaku kemenangan tersebut sangat penting setelah timnya gagal meraih hasil positif pada pertandingan pembuka.
“Kami sadar bahwa pertandingan ini wajib dimenangkan. Syukurlah kami mampu mendapatkan tiga poin yang sangat berharga. Kini fokus kami adalah memulihkan kondisi fisik dan mempersiapkan diri menghadapi laga berikutnya,” kata Gill.
Paraguay kini akan menjalani laga penentuan melawan Australia. Pertandingan tersebut diprediksi menjadi duel hidup-mati dalam perebutan posisi runner-up Grup D di bawah Amerika Serikat yang telah memastikan diri lolos ke fase gugur.
Bek Paraguay, Juan Jose Caceres, menyebut kemenangan atas Turki sebagai bentuk respons sempurna setelah kekalahan yang mereka alami pada laga perdana kontra Amerika Serikat.
“Kami sangat senang. Kemenangan ini menjadi cara terbaik untuk menebus hasil buruk pada pertandingan sebelumnya. Tim menunjukkan karakter yang kuat dan mampu bangkit di saat yang tepat,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih Paraguay Gustavo Alfaro mengungkapkan bahwa salah satu kunci keberhasilan timnya adalah mematikan kreativitas lini tengah Turki, khususnya gelandang muda berbakat Arda Guler.
Alfaro mengakui bahwa pemain Real Madrid tersebut menjadi perhatian utama dalam persiapan pertandingan. Karena itu, Paraguay menerapkan pengawalan ketat dengan melibatkan beberapa pemain sekaligus untuk membatasi ruang gerak sang playmaker.
“Kami tahu bahwa Turki memiliki pemain-pemain kreatif yang mampu mengubah jalannya pertandingan kapan saja. Karena itu, kami fokus menjaga keseimbangan permainan dan memastikan Arda Guler tidak memiliki banyak ruang untuk mengembangkan permainan,” jelas Alfaro.
Kemenangan atas Turki membuat peluang Paraguay untuk melaju ke babak 32 besar tetap terbuka lebar. Sebaliknya, Turki harus menerima kenyataan pahit tersingkir lebih awal meski masih menyisakan satu pertandingan di fase grup. (fifa)










