VIRALSUMSEL.COM – Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, mengungkapkan kunci keberhasilan timnya meraih hasil imbang 2-2 melawan Belanda pada laga pembuka Grup F Piala Dunia FIFA 2026.
Meski bangga dengan semangat juang para pemainnya, Moriyasu mengaku masih menyimpan rasa kecewa karena Jepang gagal mengamankan kemenangan.
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit tersebut, Jepang menunjukkan karakter kuat dengan dua kali bangkit dari ketertinggalan sebelum akhirnya memastikan satu poin berharga melawan salah satu kekuatan sepak bola Eropa.
Menurut Moriyasu, hasil yang diraih Blue Samurai tidak lepas dari kerja keras seluruh pemain yang terus berjuang hingga menit-menit akhir pertandingan.
Ia menilai mentalitas pantang menyerah menjadi faktor utama yang membuat Jepang mampu keluar dari tekanan dan menghindari kekalahan saat menghadapi Belanda.
“Saya tentu merasa kecewa karena kami tidak berhasil memenangkan pertandingan ini. Namun saya sangat mengapresiasi perjuangan para pemain yang tidak pernah menyerah meskipun kami sempat tertinggal dua kali,” ujar Moriyasu usai pertandingan.
Pelatih berusia 57 tahun tersebut menegaskan bahwa seluruh pemain menunjukkan komitmen tinggi untuk terus berjuang bersama sebagai sebuah tim hingga peluit panjang dibunyikan.
Baginya, satu poin yang diraih Jepang merupakan hasil dari kerja kolektif seluruh anggota tim, baik pemain yang tampil sejak awal maupun mereka yang masuk dari bangku cadangan.
“Meskipun ada rasa kecewa karena hanya membawa pulang satu poin, saya melihat para pemain mampu menunjukkan semangat luar biasa. Hasil ini diperoleh melalui kerja sama dan usaha bersama yang sangat baik,” katanya.
Moriyasu juga membeberkan strategi yang diterapkan timnya saat menghadapi tekanan dari Belanda. Ia menjelaskan bahwa Jepang sengaja bermain disiplin dalam bertahan terlebih dahulu sebelum mencari celah untuk melakukan serangan yang lebih agresif.
Menurutnya, kesabaran dalam menjaga organisasi permainan menjadi salah satu kunci yang membuat Jepang mampu tetap berada dalam pertandingan hingga akhir.
“Kami berusaha bertahan dengan sabar ketika berada di bawah tekanan. Setelah itu kami mencoba meningkatkan intensitas serangan dan bermain lebih agresif ketika kesempatan datang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Moriyasu memberikan pujian kepada para pemain yang dinilai mampu menjalankan instruksi taktik dengan sangat baik sepanjang pertandingan.
Ia menegaskan bahwa hasil imbang yang diraih Jepang merupakan buah dari persiapan matang yang telah dilakukan sebelum laga berlangsung.
“Para pemain menjalankan apa yang sudah kami persiapkan dan rencanakan sebelumnya. Mereka bekerja keras untuk menerapkan strategi yang telah disusun dan saya sangat menghargai usaha mereka,” tambahnya.
Hasil imbang melawan Belanda membuat Jepang memperpanjang catatan positif mereka sekaligus memperkuat status sebagai salah satu tim yang layak diperhitungkan di Piala Dunia 2026.
Kemampuan Blue Samurai bangkit dua kali dari ketertinggalan menjadi bukti bahwa Jepang tidak hanya memiliki kualitas teknis yang baik, tetapi juga mental bertanding yang kuat untuk menghadapi tim-tim besar dunia.
Dengan satu poin yang berhasil diamankan pada laga pembuka, Jepang kini memiliki modal berharga untuk menatap pertandingan berikutnya di Grup F dan menjaga peluang lolos ke fase gugur Piala Dunia FIFA 2026. (bbs)







