Pemkot Palembang Sambut Zuriat Kerajaan Jambal Kelantan, Buka Peluang Pertukaran Budaya

PALEMBANG, VIRALSUMSEL.COM – Pemerintah Kota Palembang menyambut baik kunjungan rombongan zuriat Kerajaan Jambal Kelantan, Malaysia. Kunjungan tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk mempererat kembali hubungan kekerabatan sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang sejarah, seni dan budaya antara Palembang dan Kelantan.

Kedatangan rombongan zuriat Kerajaan Jambal Kelantan diterima langsung Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam dalam pertemuan di Ruang Audiensi Kantor Wali Kota Palembang, Kamis (20/8/2026).

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi agenda silaturahmi. Lebih jauh, kunjungan itu menjadi kesempatan untuk kembali menelusuri hubungan sejarah dan kekerabatan yang telah terjalin di antara masyarakat yang memiliki akar budaya serumpun.

Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam menyampaikan apresiasi atas kedatangan rombongan dari Kelantan. Menurutnya, pertemuan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kembali hubungan antarkeluarga dan masyarakat yang memiliki keterkaitan sejarah dengan Palembang.

Selain mempererat silaturahmi, kunjungan tersebut juga dinilai berpotensi mendorong pertukaran budaya antara kedua wilayah.

Palembang dan Kelantan Punya Banyak Kesamaan Budaya

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Palembang Sulaiman Amin mengatakan, kunjungan zuriat Kerajaan Jambal Kelantan memiliki nilai strategis karena membuka ruang untuk mengenalkan sekaligus mempertemukan berbagai kekayaan budaya yang dimiliki Palembang dan Kelantan.

Menurutnya, terdapat sejumlah kesamaan di antara kedua wilayah, mulai dari adat istiadat, seni tradisional, pakaian hingga kuliner.

Kesamaan tersebut menjadi modal penting untuk membangun hubungan yang lebih erat di masa mendatang. Pertukaran budaya juga dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan seniman, budayawan maupun komunitas dari kedua daerah.

Selain itu, kedatangan zuriat Kerajaan Jambal Kelantan turut membawa semangat untuk kembali mengenang perjalanan sejarah leluhur mereka.

Meskipun Kerajaan Jambal disebut telah berakhir pada 1823, para zuriat tetap berupaya menjaga nilai-nilai sejarah serta warisan leluhur agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Upaya tersebut menjadi salah satu alasan rombongan melakukan perjalanan ke sejumlah wilayah yang memiliki kaitan dengan sejarah keluarga dan leluhur mereka.

Baca Juga :  Inflasi Palembang Juli 2026 Terkendali di Angka 2,33 Persen, Lebih Rendah dari Sumsel dan Nasional

Lima Hari Jelajahi Sejarah dan Wisata Palembang

Selama berada di Palembang selama lima hari, rombongan zuriat Kerajaan Jambal Kelantan dijadwalkan mengunjungi berbagai lokasi yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

Pemerintah Kota Palembang turut mendorong agar kunjungan tersebut tidak hanya berfokus pada sejarah, tetapi juga memberikan pengalaman menyeluruh mengenai potensi wisata Kota Palembang.

Mulai dari wisata sejarah, budaya, alam hingga kuliner diharapkan dapat menjadi bagian dari agenda rombongan selama berada di Kota Pempek.

Sejumlah lokasi bersejarah masuk dalam agenda kunjungan, termasuk Kesultanan Badaruddin IV serta Museum Balaputra Dewa (BMKB).

Melalui kunjungan tersebut, rombongan diharapkan dapat mengenal lebih dekat sejarah Palembang, adat istiadat masyarakat serta berbagai peninggalan budaya yang masih terpelihara hingga saat ini.

Selain itu, rombongan juga diagendakan mengunjungi Pulau Kemaro, salah satu destinasi yang memiliki nilai sejarah sekaligus menjadi bagian dari identitas pariwisata Kota Palembang.

Telusuri Jejak Leluhur dari Pagaruyung hingga Kelantan

Ketua rombongan, Dato’ Adnan, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Pemerintah Kota Palembang.

Ia mengatakan kunjungan tersebut dilandasi keinginan untuk mempererat kembali tali silaturahmi sebagai masyarakat serumpun yang memiliki banyak persamaan dalam adat dan budaya.

Dato’ Adnan juga berharap hubungan tersebut dapat dilanjutkan melalui kunjungan balasan dari Pemerintah Kota Palembang ke Malaysia.

Ia bahkan berharap para pelaku seni dan budaya dari Palembang dapat ikut serta dalam agenda tersebut sehingga hubungan antarkedua wilayah tidak berhenti pada kunjungan keluarga, tetapi berkembang menjadi pertukaran budaya.

Dalam kesempatan itu, Dato’ Adnan juga menceritakan keterkaitan garis keturunannya dengan Minangkabau. Ia menyebut dirinya sebagai kerabat ke-9 Kesultanan Pagaruyung dan pernah mengunjungi Pagaruyung pada 2023.

Menurut penuturannya, terdapat perjalanan sejarah leluhur keluarga yang menghubungkan wilayah Pagaruyung, Minangkabau hingga Kelantan.

Jejak sejarah tersebut menjadi salah satu bagian yang ingin kembali ditelusuri. Kunjungan ke berbagai wilayah yang memiliki keterkaitan dengan leluhur diharapkan dapat memberikan gambaran lebih utuh mengenai perjalanan keluarga mereka dari masa ke masa.

Baca Juga :  Produksi Sampah Capai 1.000 Ton per Hari, Pemkot Palembang Perkuat Edukasi KIE

Kenalkan Heritage dan Kuliner Palembang

Tidak hanya mengunjungi lokasi sejarah, rombongan zuriat Kerajaan Jambal Kelantan juga mendapatkan kesempatan menikmati sejumlah destinasi dan kekayaan kuliner khas Palembang.

Kunjungan perdana tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi rombongan karena dapat melihat langsung berbagai bangunan heritage yang menjadi saksi perjalanan panjang sejarah Kota Palembang.

Salah satunya adalah Masjid Agung Palembang, yang menjadi salah satu ikon sejarah dan arsitektur di kota tersebut.

Rombongan juga berkesempatan mencicipi makanan khas Palembang, terutama pempek yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon kuliner Sumatera Selatan.

Berbagai pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkenalkan Palembang secara lebih luas kepada masyarakat Malaysia, khususnya mereka yang memiliki hubungan sejarah dan kekerabatan dengan wilayah tersebut.

Berpeluang Jadi Awal Kerja Sama Budaya

Pemkot Palembang berharap kunjungan zuriat Kerajaan Jambal Kelantan dapat menjadi awal dari hubungan yang lebih luas antara Palembang dan Kelantan.

Kerja sama dapat dikembangkan melalui pertukaran seni dan budaya, kunjungan antarkomunitas, penelitian sejarah maupun kegiatan yang melibatkan budayawan dan pelaku seni.

Rencana kunjungan balasan ke Malaysia juga menjadi salah satu peluang yang dapat ditindaklanjuti. Pemerintah Kota Palembang membuka ruang bagi keterlibatan para pelaku seni dan budaya dalam agenda tersebut.

Dengan demikian, hubungan yang dibangun tidak hanya berlandaskan kesamaan sejarah dan garis keturunan, tetapi juga dapat berkembang menjadi hubungan kebudayaan yang memberikan manfaat bagi kedua pihak.

Kunjungan lima hari rombongan zuriat Kerajaan Jambal Kelantan di Palembang akhirnya bukan sekadar perjalanan wisata. Di baliknya terdapat upaya menelusuri kembali jejak leluhur, memperkuat silaturahmi masyarakat serumpun serta membuka ruang pertukaran budaya antara Palembang dan Kelantan. (bbs/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *