PALEMBANG, viralsumsel.com — Upaya penyamaran seorang perempuan bernama Nisya, warga Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, sebagai pramugari akhirnya terbongkar.
Aksi nekatnya menyamar sebagai flight attendant gadungan menjadi viral di media sosial setelah ia tertangkap basah berada di area bandara dengan mengenakan atribut lengkap layaknya awak kabin maskapai penerbangan.
Dalam rekaman video yang beredar luas, Nisya tampak mengenakan seragam pramugari, membawa koper awak kabin, serta menggantungkan ID card di lehernya.
Sekilas, penampilannya tampak meyakinkan, hingga tidak menimbulkan kecurigaan dari masyarakat umum. Namun, penyamarannya tidak bertahan lama setelah kru maskapai melakukan pemeriksaan identitas secara langsung.
Kecurigaan muncul ketika ID card yang digunakan Nisya diperhatikan lebih detail oleh kru maskapai. Dari hasil pengecekan, diketahui bahwa kartu identitas tersebut menggunakan desain lama yang sudah tidak dipakai maskapai terkait sejak sekitar 15 tahun lalu.
Fakta ini menjadi petunjuk kuat bahwa Nisya bukanlah pramugari aktif, sebagaimana yang selama ini ia klaim.
Setelah dilakukan klarifikasi, terbukti bahwa Nisya tidak tercatat sebagai awak kabin di maskapai mana pun. Dengan demikian, penyamarannya sebagai pramugari resmi dinyatakan terbongkar.
Peristiwa ini pun dengan cepat menyebar di media sosial dan menuai beragam reaksi dari warganet, mulai dari keheranan, kritik, hingga keprihatinan.
Yang lebih mengejutkan, tidak hanya publik yang tertipu oleh aksi Nisya. Keluarga terdekatnya, termasuk orang tua, juga mengaku tidak mengetahui bahwa Nisya selama ini hanyalah pramugari gadungan.
Selama ini, Nisya berperan seolah-olah bekerja sebagai pramugari, lengkap dengan cerita seputar dunia penerbangan, sehingga membuat orang tuanya merasa bangga atas profesi yang diklaim sang anak.
Fakta bahwa keluarga sendiri ikut tertipu menambah sorotan terhadap kasus ini. Banyak pihak menilai tindakan Nisya bukan sekadar pelanggaran etika, tetapi juga berpotensi membahayakan aspek keamanan penerbangan apabila dibiarkan tanpa pengawasan ketat.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait motif Nisya melakukan penyamaran tersebut.
Namun, kasus ini menjadi pengingat penting bagi pengelola bandara dan maskapai penerbangan untuk terus memperketat pengawasan identitas, sekaligus menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak mudah terbuai oleh penampilan semata. (bbs)












