
viralsumsel.com, JAKARTA – Polemik pernyataan Ibrahim Risyad soal peran istri rupanya belum sepenuhnya padam. Setelah banjir kecaman, aktor yang akrab disapa Ohim itu akhirnya buka suara, namun responsnya justru kembali menuai sorotan publik.
Ibrahim menegaskan rumah tangganya dengan Salshabilla Adriani baik-baik saja, seolah ingin meredam anggapan pernyataannya berdampak pada hubungan mereka. Ia mengaku tak ambil pusing dengan kemarahan netizen yang menilai ucapannya merendahkan peran ibu rumah tangga.
“Kami baik-baik saja, enggak ada masalah apa pun. Semoga cepat berlalu,” ujar Ibrahim saat ditemui di kawasan Ciangsana, Bogor, Senin (12/1/2026).
Namun di balik klaim baik-baik saja itu, kritik publik justru menyoroti sikap Ibrahim yang dinilai defensif dan minim empati. Ia mengakui cibiran netizen cukup mengganggu kesehariannya, tapi memilih fokus pada karier, bukan pada substansi kritik yang diarahkan kepadanya.
Aktor 32 tahun tersebut mengatakan menerima masukan publik dan mengaku belajar untuk lebih berhati-hati. Namun, bagi sebagian warganet, pernyataan ini terdengar klise dan normatif, sekadar respons standar selebritas saat tersandung kontroversi.
“Peristiwa ini mengajarkan aku untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya singkat.
Akar polemik ini bermula dari pernyataan Ibrahim dalam podcast YouTube Debi & Marco pada 14 September 2025. Saat itu, ia terang-terangan menyebut tidak sanggup menjadi pencari nafkah tunggal dan menolak gagasan istri menjadi ibu rumah tangga.
“Gue enggak bisa jadi provider sepenuhnya. Enggak kuat,” ucapnya, pernyataan yang langsung memantik kritik karena dianggap memindahkan beban ekonomi rumah tangga sepenuhnya ke konsep istri harus bekerja.
Ibrahim bahkan membandingkan peran istri rumah tangga dengan keberadaan asisten rumah tangga. Pernyataan ini yang paling banyak dipersoalkan publik karena dinilai mereduksi peran domestik perempuan menjadi sekadar pekerjaan teknis.
“Enggak apple to apple kalau Salsha cuma di rumah, sementara ada ART,” tuturnya.
Ucapan lain yang menyebut dirinya bisa seperti babu jika harus memenuhi keinginan istri semakin mempertegas kesan relasi yang transaksional, bukan kemitraan setara dalam pernikahan.
Kini, meski Ibrahim menyebut telah belajar dari kegaduhan ini, publik masih mempertanyakan apakah yang dipelajari sekadar cara berbicara di depan kamera, atau pemahaman yang lebih dalam soal penghormatan terhadap pilihan dan peran pasangan dalam rumah tangga. (mel)






