PKSP UKB Palembang dan Ditjen PAS Sumsel Susun Program Strategis 2026, Fokus Implementasi KUHP Baru hingga Pengembangan UMKM Lapas

PALEMBANG, VIRALSUMSEL.COM – Pusat Kajian Studi Pemasyarakatan (PKSP) Universitas Kader Bangsa (UKB) Palembang bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Sumatera Selatan terus memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan sistem pemasyarakatan yang lebih adaptif dan produktif.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui rapat penyusunan Rencana Kerja Tahun 2026 yang digelar di Kampus B Pascasarjana UKB Palembang, Selasa (23/6/2026). Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB itu menjadi momentum penting dalam merumuskan berbagai program strategis yang akan dijalankan sepanjang tahun depan.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pimpinan Universitas Kader Bangsa serta perwakilan Kantor Wilayah Ditjen PAS Sumatera Selatan. Dari pihak UKB hadir Wakil Rektor III sekaligus Ketua PKSP, Dr. Ilham Djaya, SH, MH, Direktur Pascasarjana UKB yang juga Wakil Ketua PKSP, Dr. Muhammad Nasir, SH, MH, serta Dr. Arif Rahman, Wahyu Hidayat, BcIP, SE, MSi, dan Medi Purwanto, SE, SKM, M.Kes sebagai narahubung PKSP.

Sementara itu, Kanwil Ditjen PAS Sumsel diwakili oleh Joni Ihsan, SH, MH, Emy Yunita, Amd.IP, SH, MH, dan Meiza Volta, SH, MH.

Fokus Dukung Implementasi KUHP Baru

Dalam rapat tersebut, sejumlah agenda prioritas dibahas sebagai arah kebijakan dan program kerja PKSP sepanjang 2026. Salah satu fokus utama adalah dukungan terhadap implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang akan membawa perubahan signifikan dalam sistem hukum dan pemasyarakatan di Indonesia.

PKSP UKB Palembang menilai keberhasilan implementasi KUHP baru membutuhkan kesiapan seluruh pemangku kepentingan, termasuk aparatur pemasyarakatan. Karena itu, lembaga kajian ini berkomitmen mengambil peran aktif melalui kegiatan akademik, penelitian, hingga pendampingan terhadap jajaran pemasyarakatan di Sumatera Selatan.

Selain itu, rapat juga membahas penguatan keterlibatan PKSP dalam mendukung berbagai program dan kebijakan yang dijalankan Kanwil Ditjen PAS Sumsel, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan.

Baca Juga :  Universitas Kader Bangsa Palembang Gelar Semarak Lomba Agustusan, Kobarkan “Revolusi UKB 2025”

Tingkatkan Kompetensi SDM Pemasyarakatan

Program peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu agenda penting yang mendapat perhatian khusus dalam rapat tersebut.

PKSP bersama Ditjen PAS Sumsel berencana memperluas kegiatan sosialisasi, pelatihan, serta pengembangan kompetensi bagi petugas pemasyarakatan agar mampu menghadapi tantangan sistem hukum dan pemasyarakatan yang terus berkembang.

Peningkatan kualitas SDM dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pembinaan warga binaan.

Seminar UMKM Lapas Jadi Program Unggulan

Salah satu program yang akan menjadi perhatian pada 2026 adalah penyelenggaraan seminar bertema pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis produk hasil karya warga binaan di Lapas dan Rutan.

Seminar tersebut direncanakan melibatkan seluruh unsur pemasyarakatan di Sumatera Selatan, mulai dari petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Rumah Tahanan Negara (Rutan), Balai Pemasyarakatan (Bapas), Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), hingga Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP).

Tak hanya itu, kegiatan juga akan menggandeng kalangan akademisi, mahasiswa, dan berbagai pihak terkait guna memperluas wawasan serta peluang pengembangan produk unggulan hasil pembinaan warga binaan.

Tema yang diangkat yakni “Strategi dan Potensi Pengembangan UMKM Produk Lapas dan Rutan di Sumatera Selatan”, yang diharapkan mampu membuka peluang pemasaran lebih luas serta meningkatkan nilai ekonomi produk hasil karya warga binaan.

Program Go to Campus dan Publikasi Ilmiah

Rencana kerja 2026 juga mencakup pelaksanaan program Petugas Pemasyarakatan Go to Campus. Program ini dirancang untuk memperkuat interaksi antara dunia akademik dengan praktisi pemasyarakatan.

Baca Juga :  Ratu Dewa Rolling 19 Pejabat Pemkot Palembang, Kadishub Segera Diselter

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai sistem pemasyarakatan di Indonesia, tantangan yang dihadapi petugas, hingga peluang penelitian yang dapat dikembangkan.

Selain itu, hasil penelitian dan karya ilmiah yang dihasilkan oleh petugas pemasyarakatan nantinya akan difasilitasi untuk dipublikasikan melalui jurnal ilmiah yang dikelola Universitas Kader Bangsa.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan budaya literasi, penelitian, dan publikasi ilmiah di lingkungan pemasyarakatan sekaligus memperkaya referensi akademik terkait sistem pemasyarakatan di Indonesia.

Perkuat Kolaborasi Kampus dan Pemasyarakatan

Ketua PKSP UKB Palembang, Dr. Ilham Djaya, menegaskan bahwa kerja sama antara perguruan tinggi dan institusi pemasyarakatan memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi sistem pemasyarakatan yang lebih modern.

Menurutnya, keberadaan PKSP tidak hanya sebagai lembaga penelitian dan kajian akademik, tetapi juga menjadi mitra yang mampu memberikan kontribusi nyata melalui pendampingan, pendidikan, serta pengembangan kebijakan berbasis riset.

“PKSP hadir bukan sekadar pusat kajian akademik, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mendukung pengembangan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis, produktif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua PKSP, Dr. Muhammad Nasir, menilai keterlibatan akademisi dalam program pemasyarakatan akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui berbagai program yang telah dirancang, PKSP UKB Palembang berharap tahun 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan institusi pemasyarakatan.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang mendukung terciptanya sistem pemasyarakatan yang adaptif, profesional, serta mampu menjawab tantangan pembangunan sumber daya manusia di Sumatera Selatan. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *