Pelopor Accounting Berbasis Teknologi di Indonesia, School of Accounting BINUS University Masuk Top 4 QS World University Rankings by Subject

JAKARTA, viralsumsel.com – Transformasi digital yang semakin masif telah mengubah wajah industri keuangan dan akuntansi secara global.

Kehadiran Artificial Intelligence (AI), otomatisasi, serta perkembangan teknologi digital membuat profesi akuntan tidak lagi sekadar berkutat pada pembukuan dan penyusunan laporan keuangan.

Kini, akuntan dituntut menjadi mitra strategis perusahaan yang mampu mengolah data, memahami teknologi, serta mendukung pengambilan keputusan bisnis berbasis informasi yang akurat.

Menjawab perubahan tersebut, School of Accounting BINUS University terus memperkuat posisinya sebagai pelopor pendidikan akuntansi berbasis teknologi di Indonesia. Komitmen tersebut turut mendapat pengakuan internasional melalui pencapaian Top 4 di Indonesia pada QS World University Rankings by Subject: Accounting & Finance, sekaligus menempati peringkat 301–375 dunia.

Perubahan kebutuhan industri saat ini mendorong perusahaan mencari lulusan akuntansi yang tidak hanya memahami prinsip-prinsip keuangan, tetapi juga memiliki kemampuan teknologi, analisis data, dan adaptasi terhadap ekosistem digital yang terus berkembang.

Berbagai riset menunjukkan kebutuhan tersebut semakin meningkat. Deloitte Center for Controllership mencatat lebih dari 80 persen profesional finance dan accounting meyakini AI akan menjadi perangkat utama dalam profesi akuntansi dalam lima tahun ke depan.

Sementara itu, studi KPMG Digitalization in Accounting 2025/2026 mengungkapkan bahwa lebih dari separuh perusahaan telah menggunakan AI dalam proses akuntansi atau tengah mempersiapkan implementasinya.

Baca Juga :  Jasa Raharja Terima Penghargaan IRSMS Award

Data Intuit Technology Survey 2025 juga menunjukkan 64 persen firma akuntansi berencana meningkatkan investasi AI dalam satu tahun ke depan, sedangkan 95 persen di antaranya telah mengotomatisasi setidaknya satu fungsi operasional.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan industri tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis akuntansi, tetapi juga kompetensi digital, pemahaman AI, serta keterampilan teknologi yang relevan dengan perkembangan bisnis modern.

Dekan School of Accounting BINUS University, Prof. Ang Swat Lin Lindawati, mengatakan perguruan tinggi harus mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan industri yang terus berubah.

Menurutnya, profesi akuntan saat ini telah berevolusi menjadi strategic business partner yang membutuhkan kombinasi kemampuan teknologi, analisis, dan pengambilan keputusan bisnis.

Untuk menjawab tantangan tersebut, School of Accounting BINUS University menghadirkan kurikulum yang mengintegrasikan ilmu akuntansi dengan perkembangan teknologi terkini. Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning menjadi salah satu strategi utama dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja modern.

Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung melalui penggunaan berbagai platform dan sistem yang digunakan industri, termasuk akses terhadap sistem SAP tanpa biaya tambahan.

Selain itu, BINUS University didukung lebih dari 100 mitra industri yang membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti program enrichment, internship, project-based learning, riset, hingga kegiatan kewirausahaan yang terhubung langsung dengan kebutuhan dunia usaha.

Baca Juga :  Target Juara Umum PON 2028, ESI DKI Jakarta Matangkan Strategi di Rapat Perdana

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa dipersiapkan menjadi profesional masa depan yang mampu bekerja dalam lingkungan bisnis berbasis data dan teknologi.

Tak hanya unggul dari sisi kurikulum, School of Accounting BINUS University juga memiliki Akreditasi Unggul serta memperoleh pengakuan internasional dari HEEACT (Higher Education Evaluation and Accreditation Council of Taiwan) dan EFMD (European Foundation for Management Development) untuk International Class.

Saat ini School of Accounting BINUS University menaungi sejumlah program studi, di antaranya Accounting, Taxation, Accounting Technology, dan Finance.

Dengan fokus pada pengembangan kompetensi digital, literasi teknologi, serta keterhubungan dengan kebutuhan industri global, School of Accounting BINUS University terus berupaya mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan di era AI dan transformasi digital.

Bagi calon mahasiswa maupun orang tua, kesiapan menghadapi perubahan industri kini menjadi salah satu faktor utama dalam memilih perguruan tinggi. Tidak hanya mengejar gelar akademik, pendidikan tinggi juga harus mampu membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan untuk menghadapi dunia kerja yang terus berkembang. (ril)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *