Iklan Palembang Kota

Polda Grebek Home Industri Minuman Beralkohol Palsu 

viralsumsel.com, PALEMBANG – Subdit 1 Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel menggerebek home industry pembuatan minuman beralkohol (Mikol) palsu di perumahan yang berada Jl Nusantara, Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL) Palembang, 20 Januari 2022 lalu.

Dari penggerebekan ini petugas mengamankan 46 dus yang berisikan 2.208 botol mikol palsu merk Mansion House dan Vodka serta dua buah drum yang berisikan alkohol turut diamankan dalam penggerebekan.

Berdasarkan keterangan tersangka Robi Sugara rumah yang berada di Perumahan Nusantara, Blok A1, RT 09, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan AAL, Palembang baru sekitar enam bulan dikontrak oleh tersangka.

Setelah dilakukan pengembangan dirumah kontrakan tempat produksi Minuman Keras Polisi menemukan alat press botol, belasan karung berisikan botol yang sudah dibersihkan, tangki air yang dipakai untuk menyimpan air mentah, belasan jeriken warna putih, satu alat pengecek kadar alkohol dan satu dus tutup botol serta kantong gula pasir.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Pol Barly Ramadhany didampingi Kasubdit Penmas AKBP Erlangga dan Kasubdit I AKBP Hadi Syaifudin mengatakan pengungkapan home industri pembuatan miras palsu berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat.

Baca Juga :   Vixion vs Beat, Satu Pelajar SMK di Palembang Tewas

Dari informasi inilah anggota Ditreskrimsus Polda Sumsel melakukan penyelidikan lalu melakukan penggerebekan disalah satu rumah di Perumahan Nusantara, Blok A1, RT 09, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan AAL, Palembang pada 20 Januari 2022.

“Tersangka membeli botol bekas merk miras terkenal di tempat penjual rongsokan. Lalu botol dicuci kemudian diisi dengan air yang hanya dicampur alkohol,”katanya.

Tersangka Robi mengaku membuat miras palsu belajar otodidak dari kawannya. Miras hasil racikannya itu ia dipasarkan di sebagian besar wilayah di Sumsel bahkan sampai keluar seperti ke Bengkulu. Dengan omzet setiap kali pengiriman antara Rp 4-5 juta.

Daerah yang menjadi pangsa pasar dari mikol palsu produksi tersangka Robby ini diantaranya Indralaya, Baturaja, Muara Enim, Prabumulih, Palembang hingga Bengkulu. Omzet terbesar di Kota Palembang.

Satu dus berisi 48 botol dijual Rp450 ribu per dus. Untuk sekali kirim per daerah omzetnya antara Rp10 juta hingga Rp20 juta dalam satu minggu, tetapi relatif,” terang Barly.

Di hadapan polisi, tersangka Robby mengaku dirinya nekat memproduksi mikol palsu lantaran untung yang didapatkan dari menjual miras palsu sangat menggiurkan.

Baca Juga :   Dua Pembunuh Sopir Taksi Online di Gandus Palembang Divonis 18 Tahun Penjara

“Saya mengontrak rumah dikawasan Irigasi disana ada tiga orang pekerja yang ikut membantu,” kata tersagka Robby.

Dijelaskan Robi racikan mirasnya dengan takaran satu botolnya yakni air putih mentah dicampur dengan ethanol 20 persen dan pewarna.

“Mirasnya biasa saya kirim antara 40-50 dus mikol palsu ke setiap daerah di Sumsel. Omzet antara Rp4-5 juta bahkan bisa lebih tergantung permintaan,” ungkapnya.

Robby juga tidak menampik miras racikan nya itu bisa membahayakan kesehatan bagi yang mengkonsumsinya.

“Saya tahu itu bahaya, akan tetapi alkohol yang dicampur kedalam minuman hanya sedikit. Sebelum dikemas saya cicip dulu minumannya,”jelasnya.

Atas perbuatannya tersangka di jerat dengan pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf D dan F, Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, serta pasal 140 jo pasal 86 ayat (2) UU Nomor 18 tahun 2013 tentang pangan dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 4 miliar. (kai)

About Redaksi Viral Sumsel

Check Also

Tiga saksi pelapor dalam sidang dugaan perkara pemalsuan tanda tangan Di PN Kayuagung, rabu (18/5/2020). Foto : ist

Saksi Pelapor Sebut Tak Pernah Diundang Kades Rapat, Dokumen Ditandatangani

viralsumsel.com, KAYUAGUNG – Sidang perkara dugaan pemalsuan tandatangan dengan terdakwa Syamsul Bahri Kades Simpang Tiga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *