BUDAPEST, viralsumsel.com – Paris Saint-Germain (PSG) kembali menegaskan dominasinya di sepak bola Eropa setelah sukses mempertahankan mahkota Liga Champions musim 2025/2026.
Klub asal Prancis itu mencatatkan sejarah baru dengan meraih gelar Liga Champions dua musim beruntun usai mengalahkan Arsenal melalui drama adu penalti 4-3 dalam partai final yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Minggu.
Pertandingan puncak kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa tersebut berlangsung sengit sejak menit awal. Setelah bermain imbang 1-1 selama waktu normal dan babak tambahan 2×15 menit, PSG akhirnya keluar sebagai juara berkat ketenangan para pemainnya saat menjalani adu penalti.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian luar biasa bagi Les Parisiens yang musim lalu juga berhasil mengangkat trofi Liga Champions. Gelar beruntun tersebut semakin mengukuhkan PSG sebagai salah satu kekuatan dominan di sepak bola Eropa saat ini.
Arsenal yang menjalani final Liga Champions dengan ambisi besar memulai pertandingan dengan sempurna. Tim asuhan Mikel Arteta langsung mengejutkan PSG ketika laga baru memasuki menit kelima.
Gol pembuka lahir setelah bola hasil sapuan Marquinhos membentur Leandro Trossard dan mengarah ke Kai Havertz. Penyerang asal Jerman itu memanfaatkan situasi dengan melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras dari sudut sempit yang gagal diantisipasi penjaga gawang PSG, Matvey Safonov.
Gol cepat tersebut membuat Arsenal unggul 1-0 dan meningkatkan kepercayaan diri mereka di atas lapangan.
Namun PSG tidak membutuhkan waktu lama untuk bangkit. Tim besutan Luis Enrique langsung mengambil alih penguasaan permainan dan terus menekan pertahanan Arsenal.
Fabian Ruiz sempat memperoleh peluang emas pada menit ke-13 setelah menerima umpan Desire Doue. Sayangnya, tembakan gelandang Spanyol itu masih melenceng dari sasaran.
Arsenal hampir memperbesar keunggulan pada menit ke-26 melalui kombinasi Bukayo Saka dan Leandro Trossard. Akan tetapi, Safonov tampil sigap keluar dari sarangnya untuk menggagalkan peluang tersebut.
Memasuki akhir babak pertama, PSG semakin intens menekan. Ousmane Dembele, Desire Doue, hingga Fabian Ruiz bergantian mengancam gawang David Raya. Namun rapatnya pertahanan Arsenal membuat skor 1-0 tetap bertahan hingga turun minum.
Pada paruh kedua pertandingan, PSG tampil jauh lebih agresif. Achraf Hakimi membuka ancaman melalui tendangan bebas pada menit ke-55 yang masih mampu ditepis Raya.
Momentum penting akhirnya datang pada menit ke-62. Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan Cristhian Mosquera di dalam kotak penalti saat berusaha menyambut umpan Dembele. Setelah mendapatkan konfirmasi dari Video Assistant Referee (VAR), wasit menunjuk titik putih.
Dembele yang maju sebagai algojo menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia saat ini. Peraih Ballon d’Or 2025 tersebut melepaskan tendangan akurat ke sudut bawah gawang yang gagal dibaca David Raya.
Gol pada menit ke-64 itu membuat kedudukan berubah menjadi 1-1 sekaligus membakar semangat PSG untuk terus menyerang.
Setelah skor kembali imbang, PSG semakin dominan. Vitinha nyaris membawa timnya unggul lewat tembakan jarak jauh, sementara sepakan Khvicha Kvaratskhelia pada menit ke-77 hanya membentur tiang gawang.
Di sisi lain, Arsenal mencoba menyegarkan lini serang dengan memasukkan sejumlah pemain seperti Jurrien Timber, Viktor Gyokeres, Gabriel Martinelli, dan Noni Madueke. Namun perubahan tersebut belum mampu menghasilkan gol tambahan.
Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir dan memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Dalam extra time, kedua tim sama-sama bermain hati-hati. PSG beberapa kali mengancam, tetapi David Raya tampil gemilang di bawah mistar Arsenal. Sementara peluang terbaik Arsenal datang melalui Jurrien Timber yang gagal memanfaatkan kesempatan dari sudut sempit.
Karena tidak ada gol tambahan selama 120 menit, penentuan juara akhirnya harus dilakukan melalui adu penalti.
PSG tampil lebih tenang dan efektif. Goncalo Ramos, Desire Doue, Achraf Hakimi, serta Lucas Beraldo sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor. Hanya Nuno Mendes yang gagal mencetak gol.
Sementara itu dari kubu Arsenal, Viktor Gyokeres, Declan Rice, dan Gabriel Martinelli berhasil mencetak gol. Namun Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes gagal menuntaskan tugas mereka dengan baik.
Kegagalan Gabriel sebagai penendang terakhir memastikan kemenangan PSG dengan skor adu penalti 4-3 sekaligus membawa klub ibu kota Prancis tersebut mempertahankan trofi Liga Champions untuk musim kedua secara beruntun.
Keberhasilan ini menjadi bukti konsistensi PSG di level tertinggi sepak bola Eropa sekaligus menandai era baru dominasi Les Parisiens di panggung internasional. (bbs)












