Ruben Amorim: Ubah Filosofi? Lebih Baik Ganti Pelatih!

Manchester, viralsumsel.com Tekanan terhadap pelatih Manchester United, Ruben Amorim, semakin besar usai timnya kembali menelan kekalahan telak dalam lanjutan Liga Inggris musim 2025/26.

Bertandang ke Etihad Stadium, Minggu (14/9) malam WIB, Setan Merah dipaksa menyerah 0-3 dari rival sekota Manchester City.

Derby Manchester yang selalu sarat gengsi itu kembali menjadi mimpi buruk bagi publik Old Trafford. United tak mampu mengimbangi dominasi City yang tampil agresif sejak menit awal. Hasil ini menambah daftar panjang tren negatif MU di bawah kepemimpinan Amorim.

Meski begitu, pelatih asal Portugal tersebut menegaskan dirinya tidak akan mengubah filosofi permainan yang selama ini ia terapkan. Amorim tetap percaya dengan pendekatan yang dikenal dengan skema tiga bek sejajar, meski strategi itu banyak menuai kritik.

Baca Juga :  Aston Villa Bangkit! Kalahkan Fulham 3–1 dan Lepas dari Zona Degradasi

“Ketika saya ingin mengubah filosofi saya, saya akan berubah. Jika tidak, maka orang yang harus berubah,” kata Amorim dikutip dari Metro. “Setiap kali kami kalah, selalu muncul perdebatan tentang sistem dan filosofi. Namun, saya percaya dengan cara saya, dan kami akan tetap bermain seperti itu sampai saya sendiri memutuskan sebaliknya,” tegasnya.

Sejak ditunjuk menggantikan Erik ten Hag, Amorim datang membawa visi baru untuk menghidupkan kembali identitas permainan MU. Namun, catatan statistiknya jauh dari memuaskan.

Dari 31 laga Liga Inggris, Amorim hanya mencatat 8 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 16 kekalahan. Angka tersebut menimbulkan keraguan besar di kalangan suporter dan pengamat sepak bola Inggris.

Baca Juga :  Liga Inggris : Liverpool Pecundangi AFC Bournemouth, Mohamed Salah Dua Gol

Sejumlah pihak menilai sistem tiga bek Amorim membuat pemain sulit beradaptasi. Kekalahan dari City dianggap bukti nyata bahwa filosofi tersebut belum mampu memberikan kestabilan maupun hasil positif. Meski demikian, Amorim bersikeras tidak akan mengubah arah taktik hanya karena tekanan dari luar.

Kini, tantangan besar menanti Amorim untuk membalikkan situasi. Jika tak segera menunjukkan perbaikan, posisinya di kursi panas Old Trafford bisa semakin terancam. Pertanyaannya, apakah sikap keras kepala Amorim menjadi bukti keyakinan seorang pelatih visioner, atau justru awal dari kejatuhan Manchester United di musim ini? (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *