Jepara, viralsumsel.com – Semen Padang FC akhirnya memutus rangkaian hasil buruk mereka di kompetisi BRI Super League 2025.
Kabau Sirah sukses meraih kemenangan krusial 2-1 atas Persijap Jepara pada pekan ke-13 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Kamis (20/11/2025).
Kemenangan ini terasa sangat berarti karena datang setelah periode sulit di mana Semen Padang menelan kekalahan beruntun. Situasi pertandingan pun berubah drastis setelah Persijap harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-24, usai Najeeb Yakubu menerima kartu merah langsung dari wasit.
Memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, Semen Padang tampil lebih agresif dan menekan. Hanya tiga menit berselang dari kartu merah tersebut, Pedro Matos berhasil membuka keunggulan Kabau Sirah pada menit ke-27 melalui sepakan terukur yang tak mampu dihentikan kiper Persijap.
Meski demikian, tuan rumah tidak menyerah begitu saja. Persijap mampu menyamakan kedudukan lewat sundulan kapten tim, Sudi Abdullah, jelang turun minum. Gol itu membuat laga kembali hidup dan memaksa Semen Padang bekerja keras di babak kedua.
Namun keunggulan pemain yang dimiliki Semen Padang akhirnya berbuah hasil. Pada menit ke-66, Armando Oropa mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Persijap. Gol ini menjadi penentu kemenangan Kabau Sirah hingga pertandingan berakhir.
Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, mengaku lega sekaligus bangga dengan kerja keras para pemainnya. Setelah menunggu hingga laga keempat sejak ia menangani tim, kemenangan ini menjadi pembuktian bahwa Kabau Sirah masih memiliki daya saing.
“Ini kemenangan yang sangat berarti bagi kami. Anak-anak bermain disiplin, lebih tenang, dan memanfaatkan momentum dengan baik,” ujar Dejan dalam konferensi pers usai pertandingan.
Dengan tambahan tiga poin ini, Semen Padang naik ke posisi 17 klasemen sementara dengan koleksi 7 poin–hasil dari dua kemenangan, satu imbang, dan sembilan kekalahan. Sementara Persijap yang harus menelan kekalahan ketujuh beruntun, tetap tertahan di peringkat 16 dengan raihan delapan poin.
Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Persijap, terlebih karena mereka tidak mampu memaksimalkan status sebagai tuan rumah.
Bermain dengan 10 orang sejak pertengahan babak pertama membuat mereka kesulitan menjaga ritme permainan, dan Semen Padang mampu mengonversi peluang menjadi kemenangan penting untuk keluar dari tekanan. (bbs)






