Strategi Berani Nilmaizar Antar Sumsel United Bangkit dan Taklukkan PSPS Pekanbaru 3-2

PALEMBANG, viralsumsel.com – Sumsel United menunjukkan karakter sebagai tim pejuang setelah sukses bangkit dan membalikkan keadaan untuk meraih kemenangan dramatis 3-2 atas PSPS Pekanbaru pada laga pekan ke-15 Pegadaian Championship 2025/26.

Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sabtu (10/1/2026), berlangsung sengit dan sarat tensi sejak menit awal.

Kemenangan Laskar Juaro tak lepas dari kejelian dan keberanian Pelatih Kepala Nilmaizar dalam membaca permainan serta melakukan kontra strategi atas racikan taktik Aji Santoso.

PSPS tampil dominan di babak pertama dan sempat membuat Sumsel United tertekan, bahkan harus bermain dengan 10 pemain setelah kapten tim Rachmad Hidayat diusir wasit pada menit ke-31 akibat kartu kuning kedua. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan PSPS 2-1.

Situasi sulit tersebut tak membuat Nilmaizar panik. Usai turun minum, pelatih asal Sumatera Barat itu justru mengambil keputusan berani yang di luar dugaan. Alih-alih menambah pemain bertahan, Nilmaizar memilih meningkatkan daya gedor dengan memasukkan Kahar Kalu, striker murni, menggantikan Lee Yu Jun di lini tengah.

Baca Juga :  Sriwijaya FC Ancam Tak Ikut Kompetisi, Jika Tanpa Promosi dan Degradasi

Selain itu, Muhammad Syahril Aprizal dimasukkan untuk menggantikan Nathan Fariel Kusuma demi menjaga keseimbangan sekaligus agresivitas serangan.

Keputusan tersebut terbukti jitu. Sumsel United tampil lebih hidup, berani menekan, dan mampu mengubah arah permainan. Hasilnya, hanya tujuh menit babak kedua berjalan, Kahar Kalu langsung mencetak gol penyeimbang 2-2 setelah memaksimalkan umpan matang Muhammad Fatchu Rochman.

Tekanan Sumsel United terus berlanjut hingga menit-menit akhir. Puncaknya terjadi pada menit 90+1, ketika tembakan spekulatif Muhammad Syahril Aprizal membentur pemain bertahan PSPS dan berbelok arah menjadi assist matang bagi Diego Dall’Oca. Gol tersebut memastikan kemenangan dramatis 3-2 sekaligus membuat Stadion Jakabaring bergemuruh.

Usai laga, Nilmaizar mengakui timnya masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah, terutama soal mental bertanding. Dua gol yang bersarang ke gawang Panggih Triatmojo dinilainya terjadi akibat kurangnya kontrol emosi pemain.

Baca Juga :  Kristian Tareo Bapan Cetak Quattrick, Papua Hajar Yogyakarta 4-1 dan Melaju ke Semifinal Piala Pertiwi 2025

“Golnya satu lawan satu, itu fatal. Saya bilang ke pemain di jeda babak pertama, mereka terlalu tegang dan kurang sabar menguasai bola. Tapi alhamdulillah, mereka punya mental pemenang,” ujar Nilmaizar.

Ia memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan sebelum menghadapi Adhyaksa FC Banten pada pekan ke-16 mendatang. “Yang robek akan kita jahit, bukan diganti. Kita perbaiki supaya lebih kuat,” tegasnya.

Secara statistik, laga berlangsung ketat. Sumsel United mencatatkan 55 persen penguasaan bola, lima tembakan tepat sasaran dari delapan percobaan, serta akurasi umpan mencapai 82 persen. Sementara PSPS Pekanbaru unggul dalam jumlah tembakan, namun gagal mengamankan poin penuh. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *