PALEMBANG, viralsumsel.com – Sumsel United terus melakukan pembenahan menjelang menghadapi Persiku Kudus dalam lanjutan kompetisi Pegadaian Championship 2026/27.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian tim berjuluk Laskar Juaro adalah kemampuan dalam memaksimalkan setiap peluang menjadi gol.
Hingga memasuki pekan keempat kompetisi, Sumsel United memiliki catatan menarik dari sisi pencetak gol. Dari total lima gol yang telah dikoleksi, seluruhnya lahir dari pemain berbeda.
Lima pemain yang sudah mencatatkan nama di papan skor yakni Fajar Firdaus, Tomi Darmawan, Aidil Subhi, Kenneth Ngwoke dan Hibiki Mochizuki.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa produktivitas Sumsel United tidak bergantung pada satu pemain tertentu. Sebaliknya, sejumlah pemain di lini depan memiliki kemampuan untuk memberikan kontribusi dalam mencetak gol.
Pelatih Sumsel United, M. Nasuha, menilai keberagaman pencetak gol bukan sesuatu yang perlu dipersoalkan. Baginya, aspek paling penting adalah bagaimana seluruh pemain menjalankan peran masing-masing dan memberikan kontribusi terhadap hasil akhir pertandingan.
Menurut Nasuha, para pemain yang sudah mencetak gol memang memiliki karakter menyerang sehingga wajar jika mereka menjadi pemain yang lebih sering berada dalam situasi untuk menciptakan peluang.
“Kalau melihat siapa saja yang sudah mencetak gol, sebenarnya cukup wajar karena mereka merupakan pemain yang punya tugas menyerang. Justru yang perlu menjadi perhatian kalau produktivitas sepenuhnya bergantung pada pemain belakang. Pemain depan memang harus menjadi bagian utama dalam menciptakan peluang dan gol,” ujar Nasuha, Selasa (6/10/2026).
Meski demikian, mantan pemain Timnas Indonesia tersebut menegaskan bahwa sepak bola modern menuntut permainan kolektif. Tanggung jawab dalam membangun serangan maupun menciptakan peluang tidak lagi hanya menjadi tugas satu atau dua pemain.
Setiap pemain, menurutnya, harus mampu memberikan kontribusi sesuai kebutuhan tim. Bahkan, pemain yang secara posisi bertugas sebagai penyerang juga dapat memiliki peran penting dalam membuka ruang maupun memberikan umpan bagi rekannya.
Hal itu terlihat dalam pertandingan terakhir Sumsel United menghadapi Persiraja Banda Aceh. Kenneth Ngwoke, yang selama ini dikenal sebagai target man, justru memberikan assist yang kemudian diselesaikan Tomi Darmawan menjadi gol pembuka Laskar Juaro.
“Permainan sekarang semakin kolektif. Pemain dituntut tidak hanya berpikir bagaimana mencetak gol, tetapi juga bagaimana membantu rekan satu tim. Kenneth misalnya, meski posisinya sebagai target man, pada pertandingan terakhir justru memberikan assist untuk gol Tomi. Itu menunjukkan bahwa setiap pemain memiliki peran yang saling melengkapi,” jelasnya.
Nasuha juga menyebut perkembangan sepak bola modern membuat pemain belakang memiliki peluang lebih besar untuk ikut berkontribusi dalam mencetak gol, terutama melalui situasi bola mati atau set piece.
Karena itu, ia tidak ingin memberikan tekanan kepada pemain tertentu untuk selalu menjadi pencetak gol. Menurutnya, kemenangan tim tetap menjadi ukuran utama keberhasilan.
“Siapa pun yang mencetak gol tidak menjadi persoalan selama tim mendapatkan hasil yang diinginkan. Namun, mencetak gol saja tentu belum cukup. Kami tetap harus melihat hasil akhirnya dan mengevaluasi seluruh aspek permainan jika hasil pertandingan belum sesuai target,” tambah Nasuha.
Di sisi lain, Sumsel United menyadari masih ada pekerjaan rumah yang harus diperbaiki, khususnya dalam hal finishing. Sejumlah peluang harus dapat dikonversi menjadi gol agar tim memiliki efektivitas serangan yang lebih baik.
Nasuha pun terus mendorong anak asuhnya agar lebih tenang ketika berada di area pertahanan lawan. Menurutnya, ketenangan dan pengambilan keputusan yang tepat menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan sebuah peluang.
“Finishing masih menjadi bagian yang terus kami benahi. Pemain harus lebih tenang ketika mendapatkan kesempatan dan mampu mengambil keputusan secara efektif. Kami ingin peluang yang tercipta bisa dimaksimalkan menjadi gol,” katanya.
Perbaikan lini depan menjadi semakin penting karena Sumsel United akan kembali menjalani pertandingan kandang dengan menjamu Persiku Kudus pada akhir pekan ini.
Laskar Juaro bertekad menjaga momentum positif setelah berhasil membawa pulang tiga poin dari markas Persiraja Banda Aceh. Ketajaman lini depan menjadi salah satu faktor yang diharapkan dapat membantu Sumsel United kembali meraih hasil maksimal di hadapan pendukungnya.
“Melawan Persiku nanti kami tentu ingin mempertahankan tren positif. Salah satu kuncinya adalah bagaimana kami bisa lebih tajam di depan dan memanfaatkan peluang dengan lebih baik,” pungkas Nasuha. (bbs/ion)












