Terjaring OTT KPK, Harta Gubernur Riau Abdul Wahid Tembus Rp4,8 Miliar

Foto dok Diskominfotik

viralsumsel.com, JAKARTA – Gubernur Riau Abdul Wahid, yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (3/11), ternyata memiliki kekayaan nyaris menembus Rp 5 miliar.

Menurut data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang ia serahkan ke KPK pada 31 Maret 2024, saat masih menjabat sebagai anggota DPR RI Fraksi PKB, total aset Abdul Wahid tercatat Rp4,8 miliar.

Sebagian besar kekayaannya berupa tanah dan bangunan  total 12 bidang yang tersebar di Pekanbaru, Kampar, Indragiri Hilir, hingga Jakarta Selatan. Nilainya mencapai Rp4,9 miliar, termasuk properti megah di Jakarta Selatan senilai Rp2,3 miliar.

Berikut beberapa rinciannya:

Tanah dan bangunan 100 m² di Pekanbaru senilai Rp800 juta.

Tanah 10.000 m² di Indragiri Hilir Rp20 juta.

Baca Juga :  Surya Paloh Pertanyakan Arti Istilah OTT Usai Abdul Azis Ditangkap, Begini Penjelasan KPK

Tanah 14.900 m² di Kampar Rp200 juta.

Tanah 1.555 m² di Jakarta Selatan Rp2,3 miliar.

Selain properti, Abdul Wahid juga melaporkan dua mobil mewah:

Toyota Fortuner (2016) senilai Rp400 juta.

Mitsubishi Pajero (2017) senilai Rp380 juta.

Ia tidak memiliki surat berharga atau harta bergerak lainnya, namun menyimpan kas sebesar Rp621 juta. Di sisi lain, Wahid juga tercatat memiliki utang Rp1,5 miliar.

“Total kekayaan mencapai Rp4.806.046.622,” tertulis dalam laporan e-LHKPN KPK, Selasa (4/11).

Angka tersebut naik sekitar Rp750 juta dibandingkan tahun sebelumnya, ketika ia melaporkan total harta Rp4,05 miliar.

OTT KPK: Proyek PUPR Jadi Sorotan

OTT terhadap Abdul Wahid bukan sekadar penangkapan biasa. Dalam operasi yang berlangsung pada Senin (3/11) itu, KPK mengamankan 10 orang, termasuk sembilan pejabat penyelenggara negara.

Baca Juga :  DPRD Palembang Setujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran 2024 Jadi Perda

“Dari 10 orang tersebut, pihak-pihak yang diamankan berasal dari penyelenggara negara. Kami akan update siapa saja yang terlibat,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Jakarta.

Dalam operasi senyap ini, KPK juga menyita uang tunai yang diduga berkaitan dengan proyek di Dinas PUPR Provinsi Riau.

OTT Abdul Wahid jadi aksi keenam KPK di 2025. Sebelumnya, lembaga antirasuah itu juga membongkar kasus gratifikasi sertifikasi K3 yang menyeret Immanuel Ebenezer saat jadi Wamenaker RI. (mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *