MUBA, VIRALSUMSEL.COM – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Musi Banyuasin terus mendorong peningkatan kapasitas kader Dasawisma sebagai bagian penting dalam memperkuat gerakan pemberdayaan keluarga di tengah masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pembinaan Kader Dasawisma TP PKK Kabupaten Musi Banyuasin yang digelar di Desa Berlian Makmur, Kecamatan Sungai Lilin, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan pembinaan ini menjadi momentum untuk memberikan penguatan sekaligus meningkatkan pemahaman para kader mengenai tugas dan tanggung jawab mereka di lingkungan masing-masing. Sebab, kader Dasawisma memiliki posisi yang cukup strategis karena berinteraksi langsung dengan keluarga dan masyarakat.
Staf Ahli TP PKK Kabupaten Muba, Liliyani Abdur Rohman Husen, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, kedekatan kader dengan masyarakat merupakan modal penting dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan keluarga.
Menurutnya, kader Dasawisma bukan hanya memiliki tugas administratif berupa pendataan keluarga. Lebih dari itu, kader diharapkan mampu memahami kondisi masyarakat sekaligus menjadi penghubung dalam menyampaikan berbagai informasi yang berkaitan dengan program pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.
“Posisi kader Dasawisma sangat penting karena mereka berhadapan langsung dengan keluarga di lingkungannya. Dari kedekatan tersebut, kader dapat mengetahui berbagai persoalan maupun kebutuhan yang ada sehingga program yang dijalankan bisa lebih tepat dan memberikan manfaat,” ujar Liliyani.
Kader Dasawisma Berperan di Berbagai Bidang
Liliyani menjelaskan, ruang lingkup peran kader Dasawisma cukup luas. Berbagai kondisi keluarga yang ditemukan di lingkungan masyarakat dapat menjadi perhatian, mulai dari persoalan kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan hingga ketahanan keluarga.
Karena itu, peningkatan kemampuan kader menjadi hal yang perlu dilakukan secara berkelanjutan. Kader dituntut tidak hanya mampu melakukan pendataan, tetapi juga memiliki kemampuan berkomunikasi dan memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat.
“Kader diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pendataan. Mereka juga harus mampu menjadi penggerak, memberikan motivasi dan menyampaikan informasi yang bermanfaat kepada keluarga di lingkungannya,” tegasnya.
Peran tersebut menjadi semakin penting karena kader merupakan salah satu unsur yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Informasi yang diperoleh dari lapangan dapat menjadi gambaran mengenai kondisi keluarga sekaligus menjadi bahan dalam mendukung pelaksanaan berbagai program PKK.
Dengan demikian, keberadaan Dasawisma diharapkan mampu memperkuat hubungan antara program pemberdayaan dengan kebutuhan nyata yang dihadapi keluarga.
Apresiasi untuk Pengabdian Kader
Dalam kesempatan tersebut, Liliyani juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh kader Dasawisma yang selama ini telah menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan kader sering kali terlihat sederhana. Namun, apabila dilakukan secara konsisten, kontribusi tersebut dapat memberikan dampak yang cukup besar terhadap keberhasilan berbagai program pemberdayaan keluarga.
Kader Dasawisma menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan 10 Program Pokok PKK. Karena itu, semangat pengabdian dan konsistensi kader perlu terus dijaga.
Ia berharap kegiatan pembinaan tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga semakin meningkatkan semangat para kader untuk aktif menjalankan perannya di lingkungan masing-masing.
“Kami mengapresiasi kerja keras seluruh kader yang selama ini terus bergerak di tengah masyarakat. Apa yang dilakukan mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dijalankan bersama dan berkelanjutan, kontribusinya sangat berarti dalam mendukung program-program PKK,” katanya.
Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat
Lebih lanjut, Liliyani mengajak seluruh kader Dasawisma untuk terus menjaga kebersamaan serta memperkuat kolaborasi dalam menjalankan gerakan PKK.
Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan keluarga tidak mungkin dicapai hanya melalui satu pihak. Diperlukan keterlibatan pemerintah, TP PKK, kader hingga masyarakat secara bersama-sama.
Kolaborasi tersebut menjadi kunci agar berbagai program yang menyentuh kehidupan keluarga dapat berjalan secara efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia pun berharap pembinaan yang dilaksanakan di Desa Berlian Makmur dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas kader di lapangan.
“Harapan kami, setelah mengikuti pembinaan ini, para kader semakin memahami tugasnya, lebih aktif menjalankan peran di lingkungan masing-masing dan mampu memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh keluarga serta masyarakat,” pungkas Liliyani.
Melalui pembinaan secara berkelanjutan, TP PKK Muba berharap kapasitas kader Dasawisma semakin kuat. Dengan begitu, kader dapat menjalankan fungsi sebagai penggerak pemberdayaan keluarga sekaligus menjadi salah satu penghubung penting dalam menyukseskan program-program PKK di tingkat masyarakat. (dev/ion)






