Wakil Ketua DPRD Sumsel Soroti Potensi Tawuran Remaja Saat Ramadan, Minta Antisipasi Serius Aparat

Palembang, viralsumsel.com – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, H. Nopianto, mengingatkan potensi meningkatnya aksi tawuran remaja menjelang hingga selama bulan suci Ramadan. Ia meminta aparat keamanan untuk melakukan langkah antisipatif guna mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Nopianto usai menerima kunjungan Kapolda Sumatera Selatan yang baru, Sandi Nugroho, di DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (3/3/2026).

Menurut politisi dari Partai NasDem tersebut, fenomena tawuran antar remaja belakangan ini menjadi perhatian serius karena mulai menunjukkan kecenderungan meningkat. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan semakin intens terjadi selama Ramadan jika tidak diantisipasi sejak dini.

Ia menilai momentum bulan suci seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kedamaian, dan peningkatan ibadah. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta ikut menjaga suasana agar tetap kondusif.

“Persiapan menyambut Ramadan tidak hanya soal kegiatan ibadah, tetapi juga memastikan situasi keamanan masyarakat tetap terjaga. Aparat perlu melakukan langkah antisipasi, termasuk pendekatan yang lebih persuasif kepada generasi muda,” kata Nopianto.

Baca Juga :  Polda Sumsel Siagakan Ribuan Personel Amankan Arus Mudik Idulfitri 1447 H

Ia menambahkan bahwa saat ini aksi tawuran di kalangan remaja kerap muncul sebagai fenomena sosial yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pergaulan, pengaruh media sosial, hingga kurangnya pengawasan. Selain tawuran, aktivitas lain seperti balap liar dan kerumunan di tempat hiburan juga perlu mendapat perhatian serius.

Dalam pertemuan tersebut, Nopianto menyampaikan langsung kekhawatiran tersebut kepada jajaran Polda Sumatera Selatan. Ia berharap aparat kepolisian dapat mengedepankan strategi yang tidak hanya bersifat penindakan, tetapi juga pendekatan preventif dan edukatif.

Menurutnya, pendekatan persuasif sangat penting agar para remaja tidak terjerumus dalam perilaku yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Anak-anak muda ini harus dirangkul, bukan hanya ditegur. Perlu ada pendekatan yang menyentuh mereka, baik melalui edukasi, pembinaan, maupun kegiatan positif yang bisa menyalurkan energi mereka secara produktif,” ujarnya.

Baca Juga :  Peduli, Azmi Shofix “Gercep” Bantu Korban Kebakaran Rumah di OKU Timur

Meski demikian, Nopianto menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya berada di pundak kepolisian. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, lembaga legislatif, aparat keamanan, serta masyarakat menjadi kunci penting dalam menciptakan situasi yang aman.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat mencegah munculnya potensi gangguan keamanan selama Ramadan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan penuh kekhusyukan.

“Kalau semua pihak bergerak bersama, kita optimistis potensi gangguan seperti tawuran atau balap liar dapat diminimalkan. Harapannya, masyarakat bisa menjalani Ramadan dengan rasa aman dan nyaman,” tutupnya. (ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *