Yoane Wissa Ukir Sejarah, RD Kongo Tahan Portugal dan Raih Poin Perdana di Piala Dunia 2026

VIRALSUMSEL.COM – Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) mencatatkan sejarah manis pada laga perdana Grup K Piala Dunia 2026 setelah berhasil menahan Portugal dengan skor 1-1.

Hasil tersebut tidak hanya menghadirkan poin pertama bagi Les Leopards di ajang Piala Dunia, tetapi juga menghadirkan gol perdana mereka sepanjang sejarah keikutsertaan di turnamen sepak bola terbesar dunia itu.

Pertandingan yang berlangsung sengit tersebut diawali dengan dominasi Portugal yang tampil agresif sejak menit pertama. Tim asuhan Roberto Martinez langsung mengambil inisiatif permainan dan berhasil membuka keunggulan ketika laga baru berjalan enam menit.

Berawal dari pergerakan Pedro Neto di sisi sayap, umpan silang akurat yang dikirimkannya sukses disambut Joao Neves dengan sundulan terarah. Bola gagal dijangkau penjaga gawang Lionel Mpasi dan membawa Portugal unggul cepat 1-0.

Gol tersebut membuat Portugal semakin percaya diri mengendalikan jalannya pertandingan. Namun, RD Kongo tidak tinggal diam. Perlahan tetapi pasti, wakil Afrika itu mulai menemukan ritme permainan dan berani memberikan tekanan ke pertahanan lawan.

Peluang pertama RD Kongo lahir pada menit ke-10 melalui Yoane Wissa. Penyerang yang menjadi andalan lini depan itu melepaskan tembakan kaki kiri yang masih melebar tipis dari gawang yang dikawal Diogo Costa.

Semangat juang tinggi yang diperlihatkan para pemain RD Kongo akhirnya membuahkan hasil menjelang turun minum. Pada masa injury time babak pertama, Arthur Masuaku mengirimkan umpan silang berbahaya ke dalam kotak penalti Portugal.

Baca Juga :  Kualifikasi Piala Dunia 2026: Italia Hajar Estonia 5-0, Dua Gol Retegui Warnai Pesta Azzurri

Yoane Wissa yang lolos dari pengawalan langsung menyambut bola dengan sundulan keras yang tidak mampu dihentikan Diogo Costa. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus menjadi momen bersejarah bagi RD Kongo.

Gol Wissa tercatat sebagai gol pertama RD Kongo di putaran final Piala Dunia FIFA, tepat 52 tahun setelah penampilan perdana mereka pada edisi 1974.

Memasuki babak kedua, Portugal kembali meningkatkan intensitas serangan. Selecao das Quinas bahkan sempat mengira telah kembali unggul melalui aksi spektakuler Joao Cancelo.

Bek sayap Portugal itu mencetak gol lewat tendangan salto yang memukau. Namun, kegembiraan Portugal tidak berlangsung lama setelah wasit menganulir gol tersebut karena Cancelo lebih dulu berada dalam posisi offside.

RD Kongo yang semakin percaya diri terus memberikan perlawanan. Mereka bahkan beberapa kali mengancam melalui situasi bola mati dan serangan balik cepat.

Bek tengah Steve Kapuadi memperoleh peluang emas lewat sundulan di dalam kotak penalti, tetapi bola masih melebar dari sasaran.

Di sisi lain, Cristiano Ronaldo yang menjadi sorotan utama pertandingan juga mendapatkan sejumlah peluang. Sayangnya, kapten Portugal tersebut gagal memaksimalkan kesempatan yang dimiliki sehingga belum mampu menambah koleksi golnya di ajang Piala Dunia.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tetap bertahan. Hasil tersebut membuat persaingan Grup K semakin menarik setelah pada laga lainnya Kolombia mengalahkan Uzbekistan dengan skor 3-1.

Baca Juga :  EURO 2024 : Kalah Adu Penalti Lawan Prancis, Portugal Gagal Melaju ke Semifinal, Tapi Ronaldo Cetak Gol

Berkat hasil ini, Kolombia memimpin klasemen sementara Grup K dengan tiga poin. Sementara RD Kongo dan Portugal sama-sama mengoleksi satu poin, sedangkan Uzbekistan berada di posisi terbawah tanpa poin.

Selain hasil pertandingan, laga ini juga menorehkan catatan bersejarah bagi Cristiano Ronaldo. Pada usia 41 tahun 132 hari, ia menjadi pemain non-kiper tertua yang pernah menjadi starter dalam pertandingan Piala Dunia FIFA.

Ronaldo juga mencatatkan penampilan ke-23 di putaran final Piala Dunia, menyamai legenda Italia Paolo Maldini dalam daftar pemain dengan jumlah penampilan terbanyak sepanjang sejarah turnamen.

Meski gagal meraih kemenangan, gelandang muda Portugal Joao Neves tetap mendapatkan penghargaan Pemain Terbaik Pertandingan berkat penampilannya yang impresif sepanjang laga.

Usai pertandingan, Yoane Wissa mengungkapkan kebanggaannya setelah berhasil mencetak gol bersejarah untuk negaranya. Menurutnya, hasil tersebut menjadi bukti kerja keras seluruh tim yang mampu menunjukkan keberanian saat menghadapi salah satu unggulan grup.

Pelatih RD Kongo, Sebastien Desabre, juga memberikan apresiasi tinggi kepada para pemainnya. Ia menilai timnya menjalankan strategi dengan sangat baik dan berhasil mewakili negaranya dengan cara yang membanggakan.

Sementara itu, Roberto Martinez mengakui Portugal tampil baik pada awal pertandingan, tetapi kehilangan momentum setelah mencetak gol pembuka. Menurutnya, gol penyama kedudukan RD Kongo memberikan kepercayaan diri besar kepada lawan sehingga pertandingan menjadi jauh lebih sulit bagi Portugal. (fifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *