Pemkot Palembang Realisasikan Anggaran Rp4,8 Triliun Sepanjang 2025, Optimistis Kejar Target PAD Rp4,6 Triliun di 2026

PALEMBANG, viralsumsel.com Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mencatat kinerja positif dalam pengelolaan keuangan daerah sepanjang tahun anggaran 2025. Realisasi pendapatan daerah menunjukkan capaian signifikan dan menjadi modal penting untuk menghadapi target ambisius pada tahun 2026.

Berdasarkan data Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palembang, realisasi pendapatan tahun 2025 mencapai Rp4,8 triliun dari total anggaran sebesar Rp5,2 triliun, atau setara 91,67 persen.

Angka ini menegaskan kemampuan Pemkot Palembang dalam menjaga stabilitas fiskal di tengah dinamika ekonomi dan tantangan pembiayaan pembangunan.

Kepala BPKAD Kota Palembang, Ahmad Nashir, menjelaskan bahwa secara persentase capaian tahun 2025 memang sedikit lebih rendah dibandingkan tahun 2024. Namun, dari sisi nominal, realisasi tahun 2025 justru mengalami peningkatan signifikan.

“Pada 2024, realisasi pendapatan mencapai Rp4,3 triliun dari target Rp4,5 triliun atau sekitar 94,96 persen. Sementara pada 2025, meski persentasenya lebih rendah, nilai realisasinya jauh lebih besar,” ujar Ahmad Nashir, Selasa (6/1/2026).

Baca Juga :  Sukseskan Berbagai Agenda Pemkot Palembang, Pj Wali Kota Rangkul PT Pelindo Untuk Kolaborasi

Ia menambahkan, dari sisi belanja daerah, Pemkot Palembang menetapkan anggaran sebesar Rp5,3 triliun pada 2025, dengan realisasi mencapai Rp4,8 triliun. Sementara itu, pembiayaan netto yang ditargetkan sebesar Rp67,1 miliar berhasil direalisasikan hingga Rp102,1 miliar, atau sekitar 152 persen dari target. Pada akhir tahun anggaran, Pemkot Palembang juga mencatat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) sebesar Rp79 miliar.

Memasuki tahun 2026, Pemkot Palembang telah menetapkan target pendapatan daerah sebesar Rp4,6 triliun, dengan fokus utama pada optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Wali Kota Palembang Ratu Dewa menekankan pentingnya pendekatan pelayanan publik yang lebih aktif dan responsif sebagai kunci pencapaian target tersebut.

Salah satu terobosan yang terus digencarkan adalah program “Anti Mager” (Anti Malas Gerak), yang mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk turun langsung ke lapangan guna menggali potensi PAD yang selama ini belum tergarap maksimal.

Baca Juga :  Palembang Mantap Jadi Tuan Rumah HUT Nasional Damkar, Satpol PP, dan Satlinmas 2026

Sebagai contoh, Pemkot Palembang baru-baru ini melakukan peninjauan ke situs sejarah Goa Jepang. Lokasi tersebut diproyeksikan menjadi destinasi wisata baru yang diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendongkrak pendapatan daerah dari sektor pariwisata.

“Target PAD Palembang tahun 2026 cukup besar, yaitu Rp4,6 triliun. Karena itu, seluruh potensi yang ada harus digali secara serius dan terukur,” tegas Ahmad Nashir.

Untuk memperkuat langkah tersebut, Wali Kota Ratu Dewa telah menerbitkan surat edaran berisi tujuh arahan strategis kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari implementasi penuh program Anti Mager, penguatan koordinasi lintas sektor, optimalisasi digitalisasi layanan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Dengan strategi yang terencana dan komitmen seluruh OPD, Pemkot Palembang optimistis dapat menjaga tren positif pengelolaan keuangan daerah sekaligus menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *