Bupati Muba Hadiri Rakor Pengentasan Kemiskinan Sumsel, Capaian Muba Turun ke Satu Digit

PALEMBANG, viralsumsel.com – Upaya pengentasan kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan terus menunjukkan arah yang positif.

Sinergi lintas pemerintah daerah kembali diperkuat melalui Rapat Koordinasi Sinergi Program Pengentasan Kemiskinan Se-Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 yang digelar di Griya Agung Palembang, Kamis (5/2/2026).

Rakor tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Musi Banyuasin (Muba) H M Toha Tohet SH, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Muba, di antaranya Asisten I Setda Muba H Ardiansyah SE MM PhD CMA, Kepala BPS Muba Trio Wira Dharma SST MM, Plt Kepala Dinas Sosial Deny SH MSi, Plt Kepala Dinas Kominfo Daud Amri SH, Kabag Perekonomian Adi Manopo MPd, serta Kabag Prokopim Agung Perdana SSTP MSi.

Rapat dipimpin Gubernur Sumatera Selatan Dr H Herman Deru bersama Wakil Gubernur Cik Ujang, serta dihadiri Kepala BPS Sumsel Muhammad Wahyu Yulianto dan para bupati serta wali kota se-Sumatera Selatan.

Kegiatan diawali dengan rilis Berita Resmi Statistik BPS Pusat yang disampaikan Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti. Ia memaparkan bahwa ekonomi nasional sepanjang 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen secara tahunan, dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada triwulan IV 2025 yang mencapai 5,39 persen, menjadi capaian kuartalan terbaik sejak pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Update Covid-19 : Bertambah 30 Kasus Positif Corona di Sumsel, Total Jadi 84 Orang

Sementara itu, Kepala BPS Sumsel Muhammad Wahyu Yulianto mengungkapkan bahwa persentase penduduk miskin di Sumatera Selatan per September 2025 tercatat 9,85 persen, turun 0,30 persen poin dibandingkan Maret 2025.

Jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 21,4 ribu orang, menjadi 898,24 ribu jiwa.
Dari sisi ekonomi, Sumsel mencatat pertumbuhan sebesar 5,35 persen, tertinggi kedua di Pulau Sumatera setelah Kepulauan Riau. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sumsel juga berhasil ditekan hingga 3,59 persen.

Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh kabupaten dan kota. Ia menyebut, dinamika pembangunan di daerah sangat mempengaruhi kinerja provinsi hingga nasional.

“Penurunan kemiskinan dan pengangguran berjalan seiring dengan meningkatnya pendapatan masyarakat serta pengendalian biaya hidup. Data BPS ini menjadi rujukan penting bagi pengambilan kebijakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Muba Ajukan Penguatan Layanan untuk Wujudkan SDM Sehat dan Tangguh

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mengajak seluruh pemerintah daerah mendukung penuh Sensus Ekonomi 2026, dengan membuka akses seluas-luasnya bagi petugas sensus hingga tingkat RT dan RW.

Di sela kegiatan, Bupati Muba H M Toha Tohet SH menyampaikan bahwa Kabupaten Musi Banyuasin berhasil mencatatkan penurunan signifikan angka kemiskinan.

Pada 2025, kemiskinan Muba turun dari 12,88 persen menjadi 9,97 persen, sekaligus menandai pencapaian satu digit setelah lebih dari dua dekade berada di kategori kemiskinan tinggi.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil konsistensi kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan yang berkelanjutan, dengan pendekatan multiple interventions sebagaimana direkomendasikan TNP2K.

“Program kami fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin dan kelompok rentan, mulai dari stabilisasi harga, pengurangan beban pengeluaran, hingga peningkatan pendapatan,” jelas Bupati Toha.

Ia menambahkan, Pemkab Muba juga siap mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai dasar penguatan data pembangunan dan keberlanjutan program pengentasan kemiskinan. (dev)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *