PLAKAT TINGGI, viralsumsel.com – H. M. Toha Tohet menghadiri prosesi Haflah Akhirussanah dan Khatmil Qur’an santri Pondok Pesantren Al-Hikmah di Desa Cinta Karya, Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Musi Banyuasin, Minggu (12/4/2026).
Kehadiran kepala daerah ini menjadi simbol dukungan kuat pemerintah terhadap penguatan pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga organisasi keagamaan. Momentum ini juga menjadi ajang mempererat sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam mencetak generasi muda yang berkarakter Qur’ani.
Dalam laporan kegiatan, pengasuh ponpes, Kiai Muhammad Amin, menyampaikan bahwa tahun ini merupakan angkatan ke-10 dengan total 137 santri yang telah menyelesaikan khataman kitab An-Nazhiyyah. Ia berharap para lulusan mampu menjadi generasi yang berakhlak mulia serta berkontribusi positif bagi masyarakat.
Selain itu, pihak pesantren juga mengharapkan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, khususnya dalam peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. Hal ini dinilai penting untuk menunjang kenyamanan proses belajar mengajar di berbagai jenjang pendidikan yang ada di lingkungan pesantren.
Dalam sambutannya, Bupati Muba memberikan apresiasi atas konsistensi Pondok Pesantren Al-Hikmah dalam membina generasi muda. Ia menegaskan bahwa di tengah tantangan global dan perkembangan teknologi yang pesat, pendidikan agama memiliki peran vital sebagai benteng moral.
Menurutnya, nilai-nilai keagamaan sangat penting untuk membentengi generasi muda dari berbagai ancaman sosial seperti penyalahgunaan narkoba, judi online, hingga konten negatif di dunia digital. Ia juga berharap Desa Cinta Karya dapat menjadi contoh dalam mengimplementasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan dan gotong royong dalam membangun daerah. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan Musi Banyuasin yang maju dan sejahtera.
Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh Ning Umi Laila yang menyampaikan pesan-pesan spiritual kepada ribuan jamaah. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan penuh makna, ia mengajak para santri dan masyarakat untuk senantiasa menjaga keistiqamahan dalam beribadah.
Dalam ceramahnya, ia juga menekankan pentingnya meluruskan niat dalam menuntut ilmu serta menjaga silaturahmi sebagai bagian dari ajaran Islam. Ia mengingatkan bahwa doa yang dipanjatkan untuk orang lain dapat menjadi jalan dikabulkannya doa bagi diri sendiri.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang berlangsung khusyuk, menambah suasana haru sekaligus penuh harapan. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkuat pendidikan karakter berbasis agama di tengah masyarakat. (dev)






