Como 1907 dan Sentuhan Djarum Group: Klub Milik Indonesia yang Bersiap Menggebrak Liga Champions

MILAN, viralsumsel.com – Nama Indonesia berpotensi semakin sering terdengar di panggung sepak bola Eropa musim depan.

Syaratnya sederhana namun krusial: Como 1907 harus memenangi laga terakhir Serie A 2025/2026, sementara AC Milan dan AS Roma gagal meraih kemenangan pada pertandingan masing-masing.

Jika skenario tersebut terjadi, Como bukan hanya mengamankan posisi elite di klasemen akhir Liga Italia, tetapi juga membuka jalan menuju Liga Champions Eropa musim depan. Sebuah pencapaian luar biasa bagi klub yang beberapa tahun lalu nyaris tenggelam akibat kebangkrutan.

Di balik kebangkitan sensasional Como 1907 terdapat peran besar Djarum Group, konglomerasi asal Indonesia yang perlahan membangun klub kecil Italia itu menjadi kekuatan baru Serie A.

Como 1907, Klub Kecil Italia dengan Sentuhan Indonesia

Musim ini Como 1907 tampil mengejutkan. Klub asuhan Cesc Fabregas tersebut sukses menembus papan atas Serie A dan bahkan sudah memastikan tiket kompetisi Eropa musim depan.

Dengan koleksi 68 poin, Como sementara berada di posisi kelima klasemen, unggul selisih gol atas Juventus. Mereka hanya terpaut dua poin dari AC Milan dan AS Roma yang berada di zona Liga Champions.

Pada laga penentuan nanti, Como akan menghadapi Cremonese yang tengah berjuang menghindari degradasi. Di saat bersamaan, Roma menghadapi Verona dan AC Milan menjamu Cagliari.

Jika Como menang dan dua pesaingnya terpeleset, maka klub milik Djarum Group itu akan mencatat sejarah besar dengan tampil di Liga Champions untuk pertama kalinya.

Dari Klub Bangkrut Jadi Kandidat Liga Champions

Perjalanan Como 1907 menuju papan atas Italia menjadi salah satu kisah paling menarik di sepak bola Eropa beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :  Resmi Gabung Cremonese, Emil Audero Siap Tampil di Serie A Musim 2025/26

Pada 2018, klub tersebut sempat bangkrut dan berada dalam situasi sulit. Setahun kemudian, Djarum Group mengambil alih kepemilikan klub dan mulai membangun Como dari level bawah.

Berbeda dengan sejumlah pemilik klub kaya dunia yang langsung menggelontorkan dana besar demi hasil instan, Djarum memilih pendekatan bertahap dan terukur.

Como memulai perjalanan dari Serie D atau kasta kelima sepak bola Italia. Mereka kemudian promosi ke Serie C, Serie B, hingga akhirnya naik ke Serie A pada musim 2024/2025.

Menariknya, mereka tidak sekadar bertahan di kasta tertinggi. Pada musim debut Serie A, Como langsung finis di papan tengah. Hanya dalam dua musim, klub ini menjelma menjadi pesaing serius tim-tim besar Italia.

Statistik Como Bikin Serie A Tercengang

Pencapaian Como musim ini tidak datang secara kebetulan. Statistik mereka bahkan mampu menyaingi klub-klub elite Italia.

Como menjadi salah satu tim dengan jumlah kekalahan paling sedikit sepanjang musim. Produktivitas gol mereka juga melampaui AC Milan, AS Roma, Juventus, bahkan Napoli.

Tak hanya tajam di lini depan, pertahanan Como juga sangat solid. Hingga pekan terakhir Serie A, mereka baru kebobolan 28 gol, lebih sedikit dibanding Inter Milan yang menjadi juara liga.

Kombinasi permainan menyerang dan organisasi pertahanan yang disiplin membuat Como menjadi salah satu tim paling stabil musim ini.

Peran Besar Cesc Fabregas

Kesuksesan Como juga tidak lepas dari tangan dingin Cesc Fabregas. Mantan gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea itu berhasil membangun identitas permainan modern yang efektif.

Fabregas bukan hanya bertindak sebagai pelatih, tetapi juga pemegang saham minoritas klub bersama Thierry Henry.

Baca Juga :  Como, Klub Milik Pengusaha Indonesia, Permalukan Lazio 3-0 di Olimpico

Di bawah arahannya, Como berkembang tanpa melakukan belanja pemain secara berlebihan. Strategi transfer mereka cenderung realistis dan tetap memperhatikan stabilitas finansial klub.

Transfer termahal Como musim ini hanya berada di angka 22,5 juta euro untuk mendatangkan Jesus Rodriguez dari Real Betis. Langkah tersebut menunjukkan Como berkembang dengan fondasi kuat, bukan sekadar proyek jangka pendek.

Djarum Group dan Filosofi Membangun dari Bawah

Keberhasilan Como memperlihatkan filosofi berbeda dari Djarum Group dalam dunia olahraga.

Jika banyak pemilik klub memilih membeli tim besar demi popularitas instan, Djarum justru membangun Como dari bawah secara perlahan.

Pendekatan ini mengingatkan publik Indonesia pada kiprah Djarum dalam pembinaan bulu tangkis nasional. Fokus mereka bukan sekadar membeli prestasi, melainkan menciptakan sistem pembinaan jangka panjang.

Kini, hasilnya mulai terlihat nyata di Italia.

Como bukan lagi sekadar klub kecil dari kota pinggir Danau Como. Mereka perlahan berubah menjadi simbol kebangkitan baru sepak bola Italia dengan sentuhan Indonesia di balik layar.

Liga Champions Bisa Jadi Awal Era Baru

Musim depan bisa menjadi fase paling menentukan dalam sejarah Como 1907.

Jika berhasil lolos ke Liga Champions atau minimal tampil di Liga Europa, Como akan menghadapi tantangan baru yang jauh lebih besar.

Mereka harus memperkuat kedalaman skuad, menjaga konsistensi permainan, dan bersaing menghadapi jadwal padat kompetisi domestik serta Eropa.

Namun dengan fondasi yang sudah dibangun Djarum Group dan Fabregas, banyak pihak mulai percaya Como bukan lagi sekadar kejutan sesaat.

Klub ini perlahan berkembang menjadi calon kekuatan baru sepak bola Italia. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *