BANYUASIN, VIRALSUMSEL.COM – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Sumatera Selatan, Hj. Eva Susanti, S.E., M.M., mengunjungi masyarakat yang terdampak bencana angin puting beliung di Desa Talang Karya, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin.
Dalam kunjungan tersebut, Eva Susanti didampingi Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian. Kehadiran keduanya merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat hujan deras disertai angin puting beliung.
Eva Susanti menyampaikan keprihatinan atas musibah yang dialami masyarakat. Ia berharap warga tetap tabah, saling menguatkan, dan menjadikan semangat gotong royong sebagai kekuatan untuk melewati masa pemulihan.
“Musibah ini tentu bukan hal yang mudah bagi masyarakat yang terdampak. Saya berharap warga tetap tabah dan kuat menghadapi cobaan ini. Jangan kehilangan semangat, karena dengan kebersamaan dan saling membantu, kita bisa melewati masa sulit ini. Semoga kondisi segera pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman,” ujar Eva Susanti.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan, terutama bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat terjangan angin. Menurutnya, kondisi bangunan yang terdampak perlu diperiksa agar tidak menimbulkan risiko lanjutan bagi penghuni.
Apresiasi Respons Cepat Pemkab Banyuasin
Dalam kesempatan tersebut, Eva Susanti mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam menindaklanjuti bencana puting beliung di Desa Talang Karya.
Berdasarkan informasi yang diterima, warga yang mengalami luka akibat tertimpa runtuhan atap telah mendapatkan penanganan dari puskesmas. Sementara itu, rumah-rumah yang terdampak telah diajukan untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi melalui dinas terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Baznas Kabupaten Banyuasin.
“Saya mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam merespons musibah ini. Penanganan terhadap warga yang terluka dan pendataan rumah yang mengalami kerusakan menjadi langkah penting. Harapan kita, tindak lanjut bantuan dan perbaikan rumah dapat berjalan sesuai kebutuhan warga sehingga mereka bisa segera bangkit,” ungkapnya.
Eva menilai penanganan bencana tidak berhenti pada bantuan darurat. Proses pemulihan juga membutuhkan koordinasi yang baik agar masyarakat terdampak memperoleh pendampingan sesuai kondisi dan tingkat kerusakan yang dialami.
Dorong Koordinasi BPBD dan BMKG untuk Peringatan Dini
Eva Susanti turut mendorong penguatan koordinasi antara BPBD, BMKG, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam upaya mengurangi risiko bencana serupa.
Menurutnya, informasi cuaca dan peringatan dini perlu disampaikan secara efektif kepada masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami kejadian angin puting beliung berulang.
“Ke depan, koordinasi antara BPBD, BMKG, pemerintah daerah, dan masyarakat perlu terus diperkuat. Informasi cuaca serta peringatan dini harus dapat diterima warga dengan cepat dan mudah dipahami. Dengan kesiapsiagaan yang lebih baik, masyarakat dapat melakukan langkah perlindungan diri sebelum kondisi membahayakan,” katanya.
Ia berharap upaya mitigasi juga dilakukan melalui edukasi kebencanaan, penyebarluasan informasi cuaca, pemetaan wilayah rawan, serta penyusunan langkah evakuasi yang sesuai dengan kondisi setempat.
Dorongan tersebut menjadi perhatian karena, berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kunjungan, wilayah tersebut disebut mengalami kejadian puting beliung hampir setiap tahun. Karena itu, langkah pencegahan dan kesiapsiagaan perlu diperkuat agar risiko terhadap keselamatan warga dan kerusakan rumah dapat dikurangi.
BMKG memiliki peran dalam menyediakan dan menyebarluaskan peringatan dini cuaca ekstrem, termasuk potensi angin kencang dan puting beliung. Sementara itu, BPBD dan pemerintah daerah berperan dalam koordinasi kesiapsiagaan, penyampaian informasi kepada masyarakat, serta langkah penanganan bencana di wilayahnya.
Sejumlah Rumah Rusak, Dua Warga Mengalami Luka
Berdasarkan data awal yang disampaikan, hujan deras disertai angin puting beliung menyebabkan sejumlah rumah warga di Desa Talang Karya mengalami kerusakan dengan tingkat dampak yang cukup berat.
Empat warga yang rumahnya tercatat mengalami kerusakan yakni Wari, warga RT 4 Dusun I; Mapiare, warga RT 20 Dusun I; Kariharjo, warga RT 3 Dusun I; serta Linda, warga RT 6 Dusun I.
Selain kerusakan rumah, dua warga, yakni Mapiare dan Maimunah, dilaporkan mengalami luka lecet akibat tertimpa runtuhan atap. Keduanya telah mendapatkan penanganan dari puskesmas berdasarkan informasi yang disampaikan.
Kunjungan tersebut diakhiri dengan penyerahan bantuan kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian dan dukungan dalam menghadapi dampak bencana.
Eva Susanti berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat solidaritas dan bekerja sama dalam membantu proses pemulihan.
“Yang terpenting, masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini. Mari kita jaga kebersamaan, saling peduli, dan bersama-sama mendukung upaya pemulihan. Semoga warga yang terdampak diberi kekuatan dan keadaan segera membaik,” tutupnya. (*)












