BINUS University Rayakan 30 Tahun Creative Digital English, Siapkan Talenta Muda Hadapi Dunia Profesional

JAKARTA, viralsumsel.com – Perkembangan teknologi digital dan industri kreatif terus mengubah kebutuhan dunia profesional.

Kemampuan berbahasa yang sebelumnya lebih banyak dipandang sebagai sarana komunikasi kini berkembang menjadi bagian penting dari kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, hingga pemahaman lintas budaya.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari perjalanan BINUS University melalui program Creative Digital English di bawah naungan Faculty of Humanities. Memasuki usia 30 tahun, program tersebut menegaskan komitmennya untuk terus mempersiapkan mahasiswa menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin dipengaruhi teknologi dan transformasi digital.

Tiga dekade perjalanan Creative Digital English dirayakan melalui tema “Echoes of ’96, Visions of 2030”. Perayaan berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026, di BINUS University Kijang Campus.

Tema tersebut merefleksikan perjalanan program sejak pertama kali hadir pada 1996 sekaligus menggambarkan arah pengembangan kompetensi mahasiswa menuju kebutuhan masa depan.

Creative Digital English menggabungkan berbagai bidang pembelajaran, mulai dari bahasa Inggris, linguistik, sastra, budaya, creative writing, komunikasi digital, media hingga teknologi.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik. Mereka juga didorong mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memahami konteks budaya, berkomunikasi secara efektif, serta menghasilkan gagasan dan karya kreatif yang relevan dengan perkembangan industri.

Dean of Faculty of Humanities BINUS University, Dr. Elisa Carolina Marion, S.S., M.Si., mengatakan kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan justru membuat kemampuan yang berorientasi pada manusia semakin penting.

Menurutnya, kemampuan berkomunikasi, membangun empati, memahami konteks, berkolaborasi dengan orang dari berbagai latar belakang budaya, serta berpikir kritis menjadi kompetensi yang tetap dibutuhkan di tengah perkembangan teknologi.

Karena itu, pendidikan bidang Humanities dinilai perlu terus beradaptasi mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan kemampuan dasar manusia yang menjadi fondasinya.

Baca Juga :  Breaking News: DPC PJS Oku dan Oku Timur Resmi Terbentuk, Ini Pesan Ketum Mahmud Marhaba !

Pandangan serupa disampaikan Head of English Department BINUS University, Irfan Rifai, S.Pd., M.Ed., Ph.D. Ia menjelaskan bahwa perjalanan Creative Digital English selama 30 tahun menunjukkan kemampuan pendidikan bahasa untuk terus menyesuaikan diri dengan perubahan medium komunikasi dan kebutuhan profesi.

Menurut Irfan, pembelajaran bahasa pada masa kini tidak sebatas kemampuan menggunakan bahasa secara tepat. Bahasa juga menjadi instrumen untuk menyampaikan gagasan, membangun narasi, memahami budaya, sekaligus menghasilkan karya melalui berbagai platform dan medium.

Karena itu, mahasiswa diarahkan agar tidak berhenti sebagai pengguna bahasa, tetapi berkembang menjadi individu yang mampu berpikir, menciptakan karya dan berkomunikasi secara bermakna.

Perayaan 30 Tahun Hadirkan Seni hingga Jejaring Alumni

Perayaan tiga dekade Creative Digital English tidak hanya menjadi agenda seremonial. Kegiatan tersebut juga dirancang sebagai ruang pertemuan antara pengalaman akademik, seni, perspektif industri, mahasiswa dan alumni.

Rangkaian acara diawali dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol perjalanan 30 tahun Creative Digital English. Setelah itu, peserta disuguhkan berbagai penampilan, termasuk ELATE atau English Literature Arts & Theatre Ensemble.

Acara juga menghadirkan talkshow inspiratif bersama Vera dan Karel serta pertunjukan live band Diosdu. Sejumlah alumni Creative Digital English turut mengambil bagian sebagai pengisi acara sekaligus kembali berkontribusi di tengah keluarga besar program tersebut.

Selain pertunjukan, peserta dapat mengunjungi pameran serta stand booth Creative Digital English untuk mendapatkan gambaran lebih jauh mengenai aktivitas dan perkembangan program.

Perspektif dunia profesional kemudian diperkuat melalui talkshow bersama Alessandro Leung, Founder Alessandro’s English Academy. Sesi tersebut dimoderatori Irfan Rifai dan membahas relevansi kemampuan bahasa serta komunikasi dalam menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.

Baca Juga :  PT MSSP Diduga Merampas Lahan Kelompok Tani Manunggal, Kuasa Hukum Siap Mengadukan ke Presiden

Sementara itu, kesiapan mahasiswa memasuki dunia profesional turut menjadi perhatian melalui keynote speech Vice Rector Global Employability and Entrepreneurship, Dr. Johan, S.Kom., M.M., CDMS. Materi yang disampaikan menyoroti pentingnya employability dan entrepreneurship bagi mahasiswa dalam membangun kesiapan menghadapi dunia kerja.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan Alumni Networking. Forum tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan alumni untuk saling bertukar pengalaman, memperluas koneksi serta melihat berbagai perjalanan karier yang telah ditempuh para lulusan Creative Digital English.

Pertemuan antara akademisi, mahasiswa, alumni dan kalangan profesional tersebut memperlihatkan upaya Creative Digital English untuk menjaga hubungan antara pembelajaran di kampus dan kebutuhan industri.

Memasuki 2030, perubahan teknologi diperkirakan akan terus memengaruhi pola kerja dan cara manusia berkomunikasi. Dalam kondisi tersebut, kemampuan teknis saja menjadi bagian dari kompetensi yang perlu dilengkapi dengan kreativitas, komunikasi, pemikiran kritis, pemahaman lintas budaya dan kemampuan beradaptasi.

Creative Digital English BINUS University menempatkan kombinasi kompetensi tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran mahasiswa. Lulusannya memiliki peluang untuk berkarier di berbagai sektor, antara lain industri kreatif dan publishing, media dan journalism, public relations, advertising, hingga bidang yang berkaitan dengan penulisan dan komunikasi.

Memasuki usia ke-30, perjalanan Creative Digital English menjadi momentum untuk menghubungkan pengalaman sejak 1996 dengan tantangan dunia profesional menuju 2030.

Melalui semangat “Echoes of ’96, Visions of 2030”, BINUS University menegaskan keberlanjutan komitmennya dalam mengembangkan talenta muda yang tidak hanya mampu berbahasa, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, menghasilkan gagasan kreatif, berkomunikasi lintas budaya dan beradaptasi dengan perubahan dunia profesional. (bbs/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *